Pola Hidup Sehat
Cara Mengurangi Sakit Perut Saat Haid, Kenali Nyeri Haid yang Tidak Normal ?
Untuk para wanita, tidak jarang kram perut muncul saat Anda sedang menstruasi. Hal ini biasanya sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Untuk para wanita, tidak jarang kram perut muncul saat Anda sedang menstruasi.
Hal ini biasanya sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.
Umumnya, penyebab nyeri atau sakit perut saat haid primer lebih mungkin terjadi pada kondisi wanita di bawah ini:
- berusia di bawah 20 tahun,
- riwayat keluarga dengan dismenore,
- perokok aktif,
- mengalami haid yang tidak teratur,
• 3 POSISI TIDUR untuk Meredakan Nyeri Haid, Cara Alami Mengatasi Haid
- tidak atau belum memiliki anak,
- mengalami pubertas dini, yaitu pada usia kurang dari 11 tahun,
- menstruasinya berlebihan atau cukup berat (aliran darahnya deras dan lama).
- Selain itu, berikut adalah tanda atau gejala dari nyeri haid yang normal terjadi, seperti:
- rasa kram,
- nyeri perut dan punggung bagian bawah,
- paha dalam terasa ditarik,
- mengalami diare,
- mual serta muntah,
- sakit kepala, dan
- kepala yang lebih pusing.
Untuk nyeri haid normal, Anda tak perlu buru-buru minum obat karena biasanya penyebab rasa nyeri akan hilang dengan sendirinya.
Sebagian besar wanita merasakan sakit atau nyeri perut saat haid dalam 1 – 2 hari saja karena level hormon prostaglandin sudah menurun.
• VITAMIN agar Cepat Hamil Setelah Haid, Ikuti Petunjuk Cara Agar Cepat Hamil Setelah Haid
Namun, apabila tak juga hilang, Anda bisa minum obat pereda nyeri haid seperti ibuprofen untuk meringankannya.
Tak hanya minum obat pereda nyeri, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter apabila sakit perut saat haid yang normal mengakibatkan tidak bisa beraktivitas sama sekali.
Penyebab nyeri haid yang tidak normal
Ternyata, tidak semua penyebab nyeri dan kram perut berasal dari efek proses peluruhan darah haid yang normal.
Ada kalanya kondisi ini muncul karena penyakit lainnya sehingga memicu sakit atau nyeri saat haid yang terasa sangat kuat.
Ini merupakan jenis nyeri haid yang dalam istilah medis adalah dismenore sekunder.
Dismenore sekunder artinya sakit perut saat haid yang penyebabnya adalah kelainan pada organ reproduksi.
Penyebab nyeri haid yang tidak normal ini cenderung memburuk dari waktu ke waktu.
Bahkan, kemungkinan berlangsung lebih lama serta bisa menyebabkan pingsan.
Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa penyakit yang paling sering memicu penyebab nyeri haid sekunder, di antaranya sebagai berikut.
1. Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi saat jaringan yang melapisi dinding rahim menumpuk dan mengendap di luar.
Bahkan, jaringan juga bisa tumbuh pada ovarium, usus, saluran tuba, dan jaringan panggul.
Kondisi ini juga dapat mengakibatkan perubahan hormon selama siklus menstruasi.
Kadar hormon berlebih membuat jaringan bertumbuh tidak wajar, menebal, dan rusak.
Jaringan rusak ini kemudian terjebak pada area panggul, dan menjadi penyebab dari nyeri haid yang berlebihan.
Selain nyeri haid, endometriosis juga ditandai dengan berbagai gejala lainnya seperti:
- nyeri panggul dan pinggang saat haid,
- nyeri di perut bagian bawah sebelum dan selama menstruasi,
- perdarahan yang cukup berat, serta
- sakit setelah berhubungan seks
Ketika nyeri haid setiap bulannya dibarengi dengan berbagai gejala ini, segera konsultasikan ke dokter.
Pasalnya, penyebab nyeri haid yang satu ini juga bisa mengakibatkan masalah kesuburan.
• INI MAKANAN yang Tidak Boleh Dimakan Saat Haid, Tidak Haid Selama 3 Bulan Apakah Berbahaya?
2. Fibroid rahim
Fibroid rahim adalah tumor jinak (nonkanker) yang sering muncul pada rahim saat masa subur wanita.
Ukuran tumor biasanya bervariasi.
Benjolan bisa sangat kecil dan sulit dilihat hingga berukuran besar. Tumor yang besar sering kali membuat rahim rusak.
Kemunculan tumor di dalam rahim kerap jadi penyebab nyeri haid yang tak tertahankan.
Cukup banyak wanita tidak sadar memiliki fibroid dalam rahimnya karena kemunculannya tidak disertai gejala apa pun.
Namun, ketika gejala mulai terasa, tanda yang biasanya muncul pada tubuh, yaitu:
- menstruasi yang deras dan lebih dari seminggu,
- rasa tertekan pada panggul saat haid dan setelahnya,
- sering buang air kecil,
- sembelit, hingga
- nyeri punggung atau kaki.
3. Penyakit radang panggul
Penyakit radang panggul adalah infeksi pada organ reproduksi wanita.
Infeksi dapat muncul ketika bakteri masuk dari vagina ke rahim, tuba fallopi, atau ovarium.
Pelvic Inflammatory Disease (PID) atau radang panggul biasanya terjadi karena adanya penyakit menular seksual seperti gonore (kencing nanah) dan klamidia.
Kondisi ini juga menjadi penyebab nyeri atau sakit perut saat haid.
Oleh karenanya, Anda perlu lebih peka terhadap berbagai gejala lain yang muncul.
Berikut tanda dan gejala lainnya saat seorang wanita terserang penyakit radang panggul, yaitu:
- nyeri di perut bagian bawah dan panggul,
- keputihan tidak normal dengan bau yang sangat menyengat,
- perdarahan pada rahim yang tidak normal,
- sakit saat berhubungan intim, dan
- sakit saat buang air kecil.
Radang panggul adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan wanita jadi sulit hamil.
Oleh karena itu, jangan tunda berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami gejala yang parah setiap haid.
4. Adenomiosis
Adenomiosis adalah kondisi saat sel-sel yang biasanya tumbuh ke luar rahim malah tumbuh ke dalam otot rahim.
Selama siklus menstruasi, sel-sel yang terperangkap ini merangsang perdarahan yang lebih parah dari biasanya.
Tak hanya itu, adenomiosis juga jadi penyebab munculnya nyeri haid yang berlebihan.
• CARA Mendeteksi Kanker Serviks Melalui Darah Haid, Waspada Saat Darah Haid Berbau !
Berikut berbagai gejala yang muncul saat Anda mengalami kondisi adenomiosis:
- perdarahan yang lebih berat dari biasanya,
- sakit saat berhubungan seks,
- kram rahim yang sangat menyiksa,
- rahim yang membesar dan lunak jika tersentuh,
- sakit di daerah panggul, dan
- terasa seperti ada tekanan dalam kandung kemih dan dubur.
5. Stenosis serviks
Ada wanita yang serviksnya menyempit atau sepenuhnya tertutup setiap waktu.
Kondisi ini dalam istilah medis adalah stenosis serviks.
Stenosis serviks adalah kondisi langka saat diameter serviks sangat kecil sehingga membuat aliran darah haid jadi lebih lambat.
Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan dalam rahim meningkat dan menyebabkan rasa sakit.
Sempitnya seviks membuat aliran darah haid jadi terhambat.
Akibatnya, hal ini bisa memicu penumpukan darah dalam uterus (hematometra).
Sebelum usia menopause, stenosis serviks bisa menyebabkan masalah menstruasi. Kondisi ini menjadi penyebab nyeri haid yang luar biasa sakit.
Selain itu, stenosis serviks juga bisa menyebabkan wanita tidak haid (amenore) atau justru perdarahan yang abnormal.
Cara Mengurangi Rasa Sakit Saat Nyeri Haid
Kabar baik untuk Anda, ada beberapa cara yang dapat Anda terapkan untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri haid Anda.
- Minum air putih
Minum air putih yang banyak pasti adalah anjuran yang sudah tidak asing didengar.
Tetapi memang, minum air putih banyak manfaatnya, termasuk untuk mengurangi nyeri haid.
Air putih hangat biasanya lebih baik untuk mengatasi kram, karena cairan hangat meningkatkan kelancaran peredaran darah ke kulit dan membantu merelaksasikan otot yang kram.
Anda juga bisa mengonsumsi makanan atau buah yang mengandung banyak air, seperti selada, seledri, mentimun, semangka, dan buah beri.
- Mengonsumsi makanan yang dapat mengurangi rasa sakit
Berikut adalah daftar makanan yang dapat Anda konsumsi untuk mengurangi rasa sakit atau kram saat Anda sedang menstruasi:
1. Makanan yang mengandung kalsium
Kalsium dapat membantu mengurangi kram otot saat menstruasi.
Direkomendasikan untuk wanita berusia 19-50 tahun untuk mengonsumsi sekitar 1000 mg kalsium setiap harinya.
Berikut adalah daftar makanan yang kaya akan kalsium:
- Makanan berbasis susu
- Almond
- Sayuran berdaun hijau
- Biji wijen
Kalsium juga bisa di dapat dari suplemen.
Akan tetapi, bicarakan dahulu dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi suplemen untuk memastikan suplemen tersebut aman untuk Anda.
2. Kayu manis (cinnamon)
Kayu manis memang sudah lama digunakan untuk mengurangi flu dan alergi.
Akan tetapi, ternyata, kayu manis juga bisa membantu mengurangi kram saat menstruasi.
Sebagai tambahan, kayu manis kaya akan serat, kalsium, dan zat besi.
Selain itu, kayu manis juga mengandung mangan, mineral yang dapat membantu mengurangi masalah-masalah saat menstruasi.
3. Jahe
Jahe dapat membantu meringankan masalah-masalah kesehatan seperti demam, flu, sakit kepala, dan nyeri haid.
Meminum sepotong jahe yang dicampurkan ke air hangat dapat membantu meringankan kram saat menstruasi.
4. Nasi merah
Nasi merah mengandung vitamin B6. Vitamin B6 dapat membantu Anda mengurangi kembung saat menstruasi.
5. Walnut, almond, dan biji labu (pumpkin seed)
Ketiga makanan yang disebutkan di atas kaya akan mangan, yang sudah seperti disebutkan sebelumnya, mangan adalah mineral yang dapat membantu mengurangi rasa sakit atau kram selama menstruasi.
6. Ayam, ikan, dan sayuran berdaun hijau
Ayam, ikan dan sayuran berdaun hijau ini mengandung zat besi.
Zat besi adalah salah satu komponen yang hilang saat menstruasi.
Oleh karena itu, baik untuk Anda untuk kembali “mengisi tubuh” Anda dengan zat besi melalui makanan yang Anda makan.
Daftar Obat Pereda Nyeri Haid di Apotik
Cara paling praktis untuk meredakan nyeri haid memang dengan mengonsumsi obat pereda nyeri.
Namun perlu diingat bahwa selain obat, ada juga cara alami yang bisa dicoba untuk meredakan rasa sakit di sekitar perut dan punggung selama menstruasi.
Jika cara alami tersebut tidak juga berhasil meredaka gejala, maka Anda bisa mulai beralih ke obat-obatan seperti di bawah ini.
Namun ingat, sebelumnya, pastikan Anda tidak ada alergi terhadap obat-obatan ini, ya.
1. Ibuprofen
Selain bisa digunakan untuk meredakan demam, sakit punggung, atau sakit gigi, ibuprofen juga bisa digunakan untuk meredakan nyeri haid.
Sebagai obat yang masuk dalam golongan OAINS, ibuprofen bekerja dengan cara mengurangi produksi hormon yang menjadi penyebab munculnya peradangan dan nyeri ditubuh.
Obat ini bisa diminum setelah makan dan harus sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan. Jangan minum ibuprofen melebihi dosis yang dianjurkan meski nyeri haid yang dirasakan cukup parah.
Sebab pada beberapa orang, obat ini bisa memberikan efek samping berupa perdarahan dan gangguan ginjal.
2. Asam mefenamat
Sama seperti ibuprofen, asam mefenamat juga termasuk sebagai obat golongan OAINS. Karena bersifat asam, obat ini harus diminum setelah Anda makan.
Jika memiliki gangguan asam lambung, ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.
Asam mefenamat adalah obat yang hanya bisa digunakan untuk jangka pendek, yaitu kurang dari 7 hari, untuk meredakan nyeri yang sifatnya ringan hingga sedang.
3. Naproxen
Naproxen adalah salah satu obat nyeri haid yang dianggap ampuh.
Juga masuk ke dalam golongan OAINS, obat ini sebaiknya dikonsumsi dalam dosis yang terkecil terlebih dahulu.
Jika mempunyai riwayat asma, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini.
4. Aspirin
Aspirin juga bisa jadi salah satu pilihan untuk meredakan nyeri haid.
Namun obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh anak yang masih berusia di bawah 16 tahun.
Sama seperti naproxen, obat ini pun sebaiknya tidak dikonsumsi oleh Anda yang punya riwayat asma serta gangguan lambung, ginjal, dan hati.
5. Ketoprofen
Ketoprofen juga bisa dijadikan obat nyeri haid, terutama yang dirasakan akibat kram menstruasi.
Obat ini masih termasuk dalam golongan NSAID, dan biasa digunakan untuk meredakan rasa sakit yang ringan.
6. Kalium Diclofenac
Obat kalium dikofenak terbukti dapat membantu meredakan rasa nyeri akibat menstruasi.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 24 orang perempuan, mengonsumsi kalium diklofenak 50 mg sebanyak tiga kali sehari, berhasil meredakan nyeri haid selama 24 jam kedepan.
7. Paracetamol
Berbeda dari obat-obat di atas, paracetamol tidak termasuk dalam golongan OAINS.
Jadi jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan golongan tersebut, paracetamol bisa menjadi salah satu alternatif penggantinya.
Obat ini tidak hanya bisa redakan demam, tapi juga rasa sakit tingkat ringan hingga sedang.
Apabila Anda termasuk yang rutin merasakan nyeri haid, mengonsumsi obat satu hari sebelum menstruasi tiba dan dilanjutkan selama 2-3 hari kemudian, bisa membantu mengontrol rasa sakit.
Anda juga dapat mengompres area perut atau punggung bawah dengan handuk dan air hangat atau mandi air hangat untuk membuat nyeri jadi lebih cepat reda.
Anda juga disarankan untuk lebih banyak istirahat, tidak mengonsumsi terlalu banyak garam, kafein, serta alkohol.
Terakhir, memijat punggung atau perut juga dinilai efektif untuk membantu meredakan nyeri haid. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kenali-nyeri-haid-yang-tidak-normal.jpg)