Harisson Sebut 8 PMI di Entikong Probable Omicron Sudah Negatif Covid-19
“Tracing kita lakukan minimal terhadap 14 orang kontak erat disekitarnya dan dilakukan pemeriksaan swab pcr sebagai langkah tracing,” ungkapnya.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mengatakan bahwa 8 PMI yang masuk dari PLBN Entikong yang diduga Omicron sudah dinyatakan negatif dan sudah selesai menjalani Isolasi.
Sedangkan satu orang lagi masih menjalani Isolasi di Kabupaten Sambas, namun hari ini sudah masuk hari ke-14 dan akan dilakukan swab PCR kembali. Apabila hasil sampel negatif maka boleh dipulangkan.
“Jadi terhadap 8 orang PMI di Entikong sudah dipulangkan , satu orang di Sambas masih di isolasi, tapi hari ini sudah masuk hari ke 14 dan akan dilakukan swab ulang. Jika hasil negatif akan dipulangkan juga,” ujarnya, Rabu 22 Desember 2021.
Harisson mengatakan menurut aturan selama ini yang telah diterapkan bahwa ketika sudah 14 hari yang bersangkutan menjalani isolasi maka akan diperiksa dengan metode swab PCR.
• Waspada! Suspek Omicron di Kalbar 9 Kasus, Berikut Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson
“Jadi satu kasus PMI yang karantina di sambas probable Omicron itu akan dilakukan pengambilan swab di Sambas hari ini,” ucapnya.
Harisson mengatakan tidak boleh menahan lama-lama kerika mereka sudah menjalankan prosedur dengan sebaik mungkin dan telah menjalani masa karantina, dengan hasil swab pcr negatif.
“Namun yang jelas kita membolehkan mereka pulang karena PCR negatif dan sudah menjalani 14 hari masa isolasi,” ujarnya, Rabu 22 Desember 2021.
Harisson menambahkan terhadap 9 PMI dengan sampel Probable Omicron tersebut, jika hasil Whole Genom Squensing (WGS) Litbangkes dinyatakan Omicron tidak masalah, karena yang bersangkutan sudah negatif covid-19, dan tinggal dilakukan tracing dan testing terhadap orang terdekat.
“Kalau dia positif omicron, tapi dia saat ini sudah negatif covid-19. Jadi kita tahu bahwa dia kemarin positif omicron. Selanjutnya akan dilakukan tracing misalnya pada petugas kesehatan, dan petugas karantina yang bertugas,” jelasnya.
Apabila mereka dinyatakan positif covid-19. Maka akan dilakukan hal serupa yakni menjalankan karantina dan dilakukan pemeriksaan SGTF di Lab Untan.
“Tracing kita lakukan minimal terhadap 14 orang kontak erat disekitarnya dan dilakukan pemeriksaan swab pcr sebagai langkah tracing,” ungkapnya.
Harisson menegaskan ketika kasus probable tersebut dinyatakan Omicron, namun mereka semua sudah negatif. Jadi tidak membahayakan.
“Jadi tidak ada masalah, tapi kita tahu ternyata kemarin mereka terkena covid-19 varian omicron. Jadi kita hanya perlu lalukan tracing. Intinya dia sudah sembuh, dan sudah menjalankan prosedur karantina dengan hasil pcr negatif,” jelasnya.
Sehingga mereka yang sudah dipulangkan tidak perlu dijemput lagi, sebab begitu dinyatakan probable omicron sejak itu, petugas sudah langsung melakukan tracing. (*)
(Simak berita terbaru dari Pontianak)