Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19

Peningkatan transaksi e-commerce tersebut menjadi cerminan bahwa digitalisasi UMKM sangat penting, apalagi mengingat ekonomi dan keuangan digital.

Editor: Nina Soraya
Dok/ Wisnoe Andrean
R. Wisnoe Andrean, Mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura. 

Konsumen Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) secara khusus.

Satu diantara pola konsumsi yang berubah dan menunjukkan peningkatan adalah pembelanjaan barang maupun jasa konsumsi rumah tangga secara daring.

Sedangkan bagi pelaku usaha, sistem belanja daring berpeluang memperoleh keuntungan yang lebih besar karena produk yang dijual dapat menjangkau wilayah yang lebih luas hingga ke daerah yang sebelumnya belum tersentuh bagian pemasaran.

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Kalbar Dihadiri Para Pemangku Kebijakan di Daerah

Pandemi Covid-19 yang sedang melanda hampir seluruh negara, tak terkecuali Indonesia menyebabkan beberapa dampak positif maupun dampak negatif, salah satunya pada sektor perekonomian.

Terjadi perubahan pendapatan karena sebagian besar masyarakat mengalami pemotongan gaji oleh perusahaannya dan juga perubahan pola konsumsi masyarakat yang menjadi lebih sering membeli barang secara daring.

Hal ini tentunya dimanfaatkan oleh para pelaku usaha yang menjual produknya melalui media sosial dan juga e-commerce.

Mereka semakin giat melakukan promosi produknya guna tercapainya keuntungan yang maksimal.

Banyak dampak yang timbul pada pola konsumsi masyarakat akibat pandemi saat ini.

Mulai dari segi kebutuhan pokok, transaksi jual beli, dan kesehatan.

Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah serta masyarakat untuk dapat bertahan dalam melewati pandemi ini.

Perlu adanya cara untuk menyikapi perubahan konsumsi masyarakat saat pandemi agar tidak timbul efek negatif ataupun kerugian.

Langkah yang dapat dilakukan yaitu dengan sadar memperhatikan dengan jelas pengeluaran kebutuhan pokok yang menunjang kehidupan lebih harus diprioritaskan daripada kebutuhan lain yang hanya untuk kesenangan semata.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved