Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19
Peningkatan transaksi e-commerce tersebut menjadi cerminan bahwa digitalisasi UMKM sangat penting, apalagi mengingat ekonomi dan keuangan digital.
Oleh: R Wisnoe Andrean, Mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Covid-19 atau yang lebih dikenal sebagai Virus Corona telah menjadi perhatian dunia sejak kemunculannya terdeteksi di Tiongkok untuk kali pertama di awal tahun 2020.
Meninggalnya jutaan jiwa akibat virus ini membuatnya menjadi pusat perhatian banyak negara, termasuk Indonesia.
Karena hal tersebut, pemerintah Indonesia langsung mengambil langkah awal dalam mencegah penyebaran virus dengan memilih melakukan pembatasan sosial untuk menjauhi diri dari aktivitas sosial secara langsung.
Dengan berbagai pertimbangan presiden Jokowi menetapkan peraturan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.
Salah satu dampak dari diterapkannya kebijakan-kebijakan tersebut adalah penurunan aktivitas dan pergerakan ekonomi masyarakat secara drastis di berbagai wilayah di Indonesia.
Pandemi COVID-19 juga membuat struktur ekonomi nasional mengalami perubahan, terutama pada pola konsumsi dan daya beli masyarakat.
Masyarakat lebih memilih memasak dan makan di rumah karena adanya kebijakan pemerintah seperti stay at home, social distancing, PSBB, PPKM, dll.
• Daftar Kabupaten dan Kota yang Tidak Ada Kasus Covid-19 di Indonesia ! Total Ada 53 Daerah
Adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun pengurangan gaji untuk sebagian orang juga membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan.
Salah satu hal yang dilakukan masyarakat adalah dengan mengubah pola konsumsi mereka ke barang-barang kebutuhan pokok saja yang meliputi makanan, minuman, serta produk kesehatan.
Dengan adanya pandemi, masyarakat lebih memilih untuk mengutamakan kesehatan dan higienitas dengan cara mengonsumsi makanan sehat dan vitamin guna untuk meningkatkan imunitas tubuh agar bisa terhindar dari COVID-19.
Dengan memasak makanan di rumah selain bisa mendapatkan harga yang lebih murah, kualitas makanan tentunya terjamin dan terjaga.
Selain itu, masyarakat juga mulai mengalami perubahan gaya hidup baru yaitu melakukan sebagian besar aktivitas mereka via digital dan minim kontak langsung dengan orang lain seperti Work From Home (WFH), School From Home (SFH) dan dalam membeli makanan hingga belanja bahan keperluan sehari-hari juga sudah beralih ke belanja via online lewat e-commerce yang tersedia.
Dengan adanya perkembangan teknologi yang menyebabkan adanya eksistensi e-commerceyang banyak dan beragam, tentunya sangat mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan di masa pandemi COVID-19 ini.
• Fenomena E-Commerce Bagi Masyarakat Dalam Berbelanja
Pada umumnya, masyarakat tradisional melakukan kegiatan konsumsi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan mempertahankan kehidupan.