Breaking News:

Dilarang Pawai, Warga yang Keluar Masuk Pontianak Akan Ditracing

Artinya kita akan melakukan tracing random terhadap orang yang akan berangkat karena ada ketentuan-ketentuan bagi orang dalam perjalanan antar kota

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
Dok. Polresta Pontianak
Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Andi Herindra, S.I.K., 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Andi Herindra menyampaikan, akan ada
pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat pada libur natal dan tahun baru (nataru).

Pembatasan-pembatasan tersebut akan dilakukan pada H-7 dan H+7 dengan melibatkan tim gabungan di jalan-jalan seperti di perbatasan Terminal Batu Layang dan pelabuhan Dwikora untuk memonitor mobilitas warga yang keluar masuk Kota Pontianak.

Ia menerangkan akan dilakukan tracing random atau tracing secara acak bagi warga yang keluar masuk pontianak.

"Artinya kita akan melakukan tracing random terhadap orang yang akan berangkat karena ada ketentuan-ketentuan bagi orang yang dalam perjalanan antar kota," ungkapnya usai rapat koordinasi dengan satgas COVID-19 di ruang rapat Walikota Pontianak, Kamis 2 Desember 2021.

Antisipasi Lonjakan Kasus di Pontianak, Pusat Perbelanjaan Dibatasi 50 Persen, Taman Ditutup

Dalam pelaksanaan di lapangan, pihak juga akan menyediakan posko medis, sehingga jika nantinya terdapat warga yang sakit maupun terkonfirmasi positif Covid-19 akan langsung dilakukan isolasi.

Pihaknya akan mendirikan posko di Terminal Bus Batu Layang Pontianak Utara dan Pelabuhan Dwikora.

"Posko-posko ini akan berkembang lagi melihat kondisi di lapangan. Kami tidak akan melakukan penyekatan tapi untuk arak-arakan atau pawai memang dilarang dan jika ada masyarakat yang melakukan itu kami akan bubarkan," tegasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved