Breaking News:

Kepala UPT KPH Sintang Utara Beberkan Rencana Program Perbaikan Lingkungan dan Kawasan Hutan

Program kedua, ada kebun bibit desa (KBD). Rencananya ada 3 unit alokasinya. Dalam satu unit KBD, minimal luasnya 25 hektare. Alokasi bibitnya 37 ribu

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. KLHK
Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono, bersama Plt. Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Helmi Basalamah, meninjau area terdampak banjir di Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (25/11). Peninjauan tersebut dimaksudkan untuk bertemu masyarakat dan memberikan penguatan, mengetahui upaya penanganan, dan rencana jangka panjang yang akan dilakukan dalam pengendalian banjir di Kalimantan Barat agar tidak berulang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Sintang Utara, Anita mengungkapkan berdasarkan kunjungan Sekjen KLHK beberapa waktu lalu, akan ada program rehabilitasi hutan dan pemulihan lingkungan yang akan dilakukan untuk mencegah banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Menurut Anita, dalam dokumen Rencana Teknik Tahunan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RTnRHL) 2022 yang akan diterbitkan oleh BPDASHL-Kapuas, tertuang rencana tahunan rehabilitasi hutan dan lahan di Kabupaten Sintang.

Anita menyebut, dalam RTnRHL yang akan dibahas pada Selasa depan ada empat program dalam upaya perbaikan lingkungan dan kawasan hutan.

“Untuk perbaikan rehabilitasi hutan dan lahan di kabupaten Sintang ada beberapa program, yang pertama ada KBR (Kebun Bibit Rakyat) dibangun 20 unit, yang 10 unit itu sudah ada, alokasinya, 10 unit lagi masih dicarikan lokasinya. Selasa depan akan dirapatkan soal RTnRHL bersama dengan BPDASHL Kapuas. Masing-masing unit ada 25 hektar alokasinya. Dan alokasi bibit rencana RTnRHL perunit 30 ribu bibit. Kalau kebun bibit rakyat berkelompok. Ini pertama program pemulihan rehabilistasi tahun 2022,” beber Anita, belum lama ini.

Program kedua, ada kebun bibit desa (KBD). Rencananya ada 3 unit alokasinya. Dalam satu unit KBD, minimal luasnya 25 hektare. Alokasi bibitnya 37 ribu batang.

“Ini alokasi di Sintang, lokasinya masih mau dibahas,” kata Ania.

“Ketiga ada bantuan bibit produktif sebanyak 20 ribu.”

Dijelaskan Anita, ada 3 unit KPH yang mengelola kawasan hutan di Kabupaten Sintang. KPH Sintang Utara 269.264 hektare. KPH Sintang Timur sekitar 900 ribu hectare dan KPH Melawi 400 ribu hectare.

Bantuan PP IKA Fisip Untan untuk Korban Banjir Tiba di Sintang, BPBD Akan Salurkan Secara Adil

“Bibit produktif akan ada bantuan 20 ribu. 10 ribu bibit ke KPH Sintang Utara , 10 ribu ke KPH Sintang Timur, untuk angaran 2022, dari BPDASHL Kapuas. Itu bibit untuk penghijauan lingkungan bibit produktif buah buahan. Jadi nanti usulan kita ke desa, kita tanya desa, permintaan pada umumnya mangga, alpukat, durian, seperti itu, manggis rambutan, sawo jambu. Karena kan selain fungsinya untuk produktifitas buahnya juga bisa menigkatkan ekonomi, tapi dia juga bisa menyerap air dan mengatasi genagan,” ujar Anita.

Selain KBR, KBD, dan bantuan bibit produktif, ada juga kegiatan rehabilitasi hutan. Untuk Sintang Utara alokasi 150 hektare, di Desa Padung Kumang, dan Desa Sungai Mawang 50 hektare.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved