Breaking News:

IPM Pontianak Meningkat Menjadi 79,83, Wako Edi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Dengan meningkatnya IPM tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono optimis pertumbuhan ekonomi akan terus membaik

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat diwawancara. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indeks pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak meningkat yaitu mencapai skor 79,83, dari yang sebelumnya 79,44.

Dengan meningkatnya IPM tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono optimis pertumbuhan ekonomi akan terus membaik, lantaran IPM meningkat dan menurunnya kasus Covid-19 di Kota Pontianak Kalimantan Barat.

"Hal ini menunjukkan tren yang sangat baik dan positif sebagai keberhasilan kita dalam program terutama kesehatan dan pendidikan serta daya beli masyarakat yang semakin membaik," kata Edi Kamtono.

Edi mengatakan, bahwa pihaknya terus berupaya mendongkrak IPM di tahun-tahun berikutnya.

Semarak Fun Day with Pontianak Dog Lovers di Gaia Bumi Raya City

"Tak kalah pentingnya adalah meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi juga meningkat dan angka pengangguran bisa ditekan," jelasnya.

Kata Edi, dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya.

"Seperti pembangunan infrastruktur yang dapat memicu dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi, serta kita juga menyemangati para pelaku UMKM agar mereka bisa bangkit kembali untuk mulai menggeluti bisnisnya, " kata Edi.

Bahkan, beberapa waktu lalu di tahun 2021 ini, lanjut Edi, Pemerintah Kota Pontianak juga memberikan kelonggaran berupa insentif pajak daerah bagi pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19.

"Dikarenakan adanya pembatasan aktivitas dan mobilitas warga. Oleh sebab itu, insentif pajak diberikan relaksasi agar pelaku usaha tetap bisa bertahan. Namun di tahun 2022 mendatang, insentif pajak tidak lagi diberikan, karena kondisi pandemi sudah mulai berangsur pulih, " jelasnya.

Selain penurunan kasus covid-19 menurun juga tergambar dari tingkat hunian atau okupansi hotel yang sudah di atas 60 persen.

"Kafe dan warung kopi juga pengunjungnya sudah mulai ramai. Kondisi ini, menjadi tren positif untuk pertumbuhan ekonomi, akan tetapi tetap harus waspada dan tidak lengah dengan kemungkinan adanya lonjakan kasus setelah liburan natal dan tahun baru yang diprediksi akan ada lonjakan kasus, " jelasnya.

"Kalau kita taat protokol kesehatan, saya yakin kita bisa tetap aman dari Covid-19, " tukas Edi. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved