Bank Indonesia Sebut Ekonomi Kalbar Pulih Lebih Cepat
Perbaikan ekonomi 2021 sejalan dengan progres percepatan vaksinasi di Kalbar dan penurunan kasus Covid-19 sebagai dampak implementasi prokes.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Indonesia memastikan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat mulai terus menunjukkan perbaikan.
Bahkan gerak pertumbuhan perekonomian sudah seperti sebelum pandemi Covid-19 terjadi.
Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia Kalimantan Barat Agus Chusaini dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 pada Rabu 24 November 2021.
Perekonomian Kalbar pada triwulan III 2021 mengalami pertumbuhan positifsebesar 4,60% (yoy).
Meskipun menurun dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 10,81% (yoy).
• Airlangga Yakin Tahun 2022 Menjadi Golden Moment Indonesia Untuk Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi
“Namun pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 3,51% (yoy) dan wilayah Kalimantan rata-rata tumbuh 4,52% (yoy),” jelasnya.
Dilanjutkannya pada Triwulan IV 2021, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat diperkirakan tumbuh positif dan diproyeksikan lebih tinggi dari Triwulan sebelumnya.
Agus Chusaini memaparkan hal ini diperkirakan akan didorong oleh peningkatan komponen Konsumsi Rumah Tangga.
Tak hanya itu, Perdagangan Besar dan Eceran turut mendorong karena adanya perayaan Hari Besar Keagamaan (HBKN) dan Libur akhir tahun serta kondisi pandemi yang makin melandai.
“Secara whole year,pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat tahun 2021 diperkirakan lebih baik dari tahun 2020."
"Perbaikan ekonomi 2021 sejalan dengan progres percepatan vaksinasi di Kalbar dan penurunan kasus Covid-19 sebagai dampak implementasi protokol kesehatan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara untuk pertumbuhan ekonomi 2022 di Kalbar akan terus menjalankan tren perbaikan.
"Dilanjutkannya hal tersebut didorong oleh kinerja sektor lapangan utama Kalbar, progres percepatan vaksinasi dan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (ABK) dalam kegiatan ekonomi yang diperkirakan akan mendorong permintaan masyarakat secara umum,” katanya.
• UMK Sekadau Diperkirakan Naik 25000 Rupiah
Selain itu, kata Agus Chusaini, kenaikan volume perdagangan dan harga komoditas dunia seperti CPO, yang menopang prospek ekspor negara berkembang, mobilitas masyarakat yang terus meningkat sejalan dengan akselerasi vaksinasi, pembukaan sektor-sektor ekonomi yang lebih luas.
“Serta stimulus kebijakan yang berlanjut juga diperkirakan mendorong perbaikan outlook ekonomi tahun 2022,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/outlook-ekonomi-2022.jpg)