Bank Indonesia Sebut Ekonomi Kalbar Pulih Lebih Cepat
Perbaikan ekonomi 2021 sejalan dengan progres percepatan vaksinasi di Kalbar dan penurunan kasus Covid-19 sebagai dampak implementasi prokes.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Nina Soraya
Di sisi lain, imbuh Agus Chusaini terdapat tantangan perekonomian ke depan yang bisa menjadi enam hambatan perekonomian tumbuh lebih tinggi.
Beberapa tantangan tersebut adalah potensi gelombang ketiga covid-19 yang terjadi di Indonesia dan negara mitra dagang utama serta krisis energi yang terjadi di China yang diperkirakan akan memberikan dampak spillover ke negara berkembang.
• Airlangga Ingatkan Pentingnya Kontribusi Perdagangan Ritel Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Dia mengungkapkan kedepan Bank Indonesia secara aktif akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan jangka menengah dan panjang.
Dia berujar pengembangan sumber - sumber pertumbuhan baru yang memberikan nilai tambah seperti pengembangan hilirisasi dan pengembangan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital akan terus dilakukan.
“Hal ini juga perlu didukung dengan penyediaan infrastruktur yang memadai, dan upaya mendatangkan investasi langsung yang perlu terus ditingkatkan,” katanya.
Dia melanjutkan, dari sisi inflasi, tekanan harga pada 2022 diperkirakan akan mengalami peningkatan.
Akibat potensi meningkatnya permintaan dari komoditas volatile food.
Meski demikian, secara keseluruhan inflasi Kalbar tahun 2022 diperkirakan masih berada pada rentang sasaran inflasi nasional 3,0+1 persen (yoy).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/outlook-ekonomi-2022.jpg)