Breaking News:

Upah Minimum 2022

UMK Sekadau Diperkirakan Naik 25000 Rupiah

"Tinggal menunggu SK Gubernur tanggal 30 November ini, angka yang kita usulkan segitu, semoga tidak berubah," ujar Basuki.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina Sindika Wulandari
Basuki Rahmad, Kabid Tenaga Kerja, Dinas PMPTSP dan Naker Kabupaten Sekadau, Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah menetapkan upah minimum 2022 naik sebesar 1,09 persen.

Penetapan upah minimum itu mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang kemudian diturunkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Menyikapi hal itu, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dan Tenaga Kerja (PMPTSP dan Naker) Kabupaten Sekadau memaparkan khusus di Kabupaten Sekadau kenaikan UMK tahun 2022 telah diusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kalbar sebesar Rp. 25,000.00.

Angka tersebut dijelaskan Basuki Rahmad, Kabid Tenaga Kerja, Dinas PMPTSP dan Naker Kabupaten Sekadau telah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Kabupaten Sekadau, serikat pekerja dan pihak terkait lainnya.

BPBD Beberkan Masih Terdapat Belasan Desa di Kabupaten Sekadau Terendam Banjir 

"Tinggal menunggu SK Gubernur tanggal 30 November ini, angka yang kita usulkan segitu, semoga tidak berubah," ujar Basuki.

Dikatakan Basuki untuk total UMK tahu 2022 yang telah diajukan ke Pemprov adalah sebesar Rp. 2.486,000.00. Angka tersebut mengalami kenaikan Rp. 25,000.00 dari UMK sebelumnya yakni Rp. 2.461,000.00.

Dalam menentukan kenaikan UMK tersebut dijelaskan Basuki, pihaknya mengikuti PP 36/2021, tentang penentuan Upah Minimum ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Dengan memerhitungkan batas atas dan bawah upah minimum.

Dengan formula rumus batas atas UM(t)= (Rata - rata konsumsi per kapita(t) x Rata - rata banyaknya ART(t))/ Rata - rata banyaknya ART bekerja pada setiap rumah tangga(t).

Sementara rumus batas bawah UM(t)= Batas atas UM(t)x 50%. Sedangkan Rumus Upah Minimum yang akan ditetapkan, sebagai berikut:
UM(t+1)= UM(t)+{Max(PE(t),Inflasi(t))x (Batas atas(t) - UM(t) / Batas Atas(t) - Batas Bawah(t)) x UM(t)}. (*)

(Simak berita terbaru dari Sekadau)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved