AUSTRIA Lockdown Lagi, Tempat Umum Ditutup! Termasuk Pasar Natal
Hal ini juga menjadikan Austria negara Eropa Barat pertama yang kembali menerapkan kebijakan pembatasan ketat ini.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Austria adalah satu di antara banyak negara dunia yang mengambil langkah ketat dalam penanganan pandemi global, Covid-19
Dengan penerapan lockdown atau penguncian menjadi satu di antara metode penanganan dan pengendalian yang diterapkan.
Terbaru, Republik Östareich (sebutan lain untuk Austria) disebutkan kembali dihantam lonjakan infeksi harian virus corona jenis baru penyebab Covid-19 tersebut
Alhasil, Austria akhirnya mengambil langkah tegas.
• JERMAN Dihantam Covid-19 Gelombang 4, Mayoritas Warganya Bakal Divaksin: Sembuh atau Mati
Yakni dengan kembali melakukan lockdown secara ketat dalam menghadapi lonjakan infeksi harian virus corona SARS-CoV-2 yang jadi biang kerok pandemi global Covid-19 tersebut.
Hal ini juga menjadikan Austria negara Eropa Barat pertama yang kembali menerapkan kebijakan pembatasan ketat ini.
Penguncian atau lockdown yang berlaku kali ini mirip dengan yang sebelumnya .
• Operasi Zebra Kapuas 2021, Polsek Paloh Membagikan Masker untuk Tekan Penyebaran Covid-19
Tetapi menjadi yang pertama kali diperkenalkan sejak vaksin Covid-19 tersedia secara luas.
Dalam lockdown keempat yang terjadi di Austria ini, pemerintah menyebut, sebagian besar tempat orang berkumpul, seperti restoran, kafe, bar, teater, toko non-esensial, dan salon, tidak dapat dibuka selama 10 hari dan mungkin hingga 20 hari.
Pasar Natal, yang menjadi daya tarik besar bagi wisatawan yang baru saja mulai dibuka, juga harus ditutup.
Namun, ada perubahan di menit terakhir.
Dengan tempat ski dapat tetap terbuka bagi masyarakat dan wisatawan yang sudah divaksinasi.
Hotel akan tetap ditutup bagi turis yang belum tinggal ketika penguncian dimulai.
• Menko Airlangga Hartarto: Strategi Gas dan Rem Efektif Untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia
"Ini adalah situasi di mana kita harus bereaksi sekarang," kata Menteri Kesehatan Austria Wolfgang Mueckstein kepada ORF TV pada Minggu 21 November 2021 malam.
"Lockdown, metode yang relatif sulit, tatapi kebijakan ketat ini adalah satu-satunya pilihan untuk mengurangi jumlah (infeksi) di sini," lanjut Wolfgang Mueckstein.