Breaking News:

TERLIBAT Persetubuhan Anak Bawah Umur Setahun Lalu, Brigadir Dwi Yandi Resmi Dipecat Tidak Hormat

rigadir Dwi Yandi, personel Polresta Pontianak yang terlibat kasus persetubuhan anak dibawah umur pada tahun 2020 lalu secara resmi telah diberhentika

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/File Polresta Pontianak.
Pelaksanaan Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Brigadir Dwi Yandi yang terlibat kasus persetubuhan anak dibawah umur di Polresta Pontianak pada tahun 2020 lalu, Upacara Pemecatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Pontianak Kombes Pol Andi Herindra di halaman apel Mapolresta Pontianak, Senin 22 November 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Brigadir Dwi Yandi, personel Polresta Pontianak yang terlibat kasus persetubuhan anak dibawah umur pada tahun 2020 lalu secara resmi telah diberhentikan dengan tidak hormat (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat / PTDH).

Upacara Pemecatan terhadap Brigadir Dwi Yandi dipimpin langsung oleh Kapolresta Pontianak Kombes Pol Andi Herindra di halaman apel Mapolresta Pontianak, Senin 22 November 2021.

Pelaksanaan upacara PTDH itu juga dihadiri Waka Polresta Pontianak Kota, AKBP. N.B. Darma, PJU, Kapolsek jajaran, dan personil Polresta Pontianak Kota, namun tanpa dihadiri personil yang bersangkutan (In absentia).

Kota Pontianak Siap Ikuti Kebijakan Pusat Terapkan PPKM Level 3

Dalam amanatnya, Kapolresta Kombes. Pol. Andi Herindra, S.I.K., menyampaikan bahwa, dilakukan Upacara Pemberhentian tidak hormat (PTDH) tersebut menindak lanjuti Surat Keputusan Kapolda Kalbar Nomor Kep/523/X/2021, tanggal 27 Oktober 2021 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Dari Dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia terhadap personil Polresta Pontianak Kota atas nama Brigadir Dwi Yandi.

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes. Pol. Andi mengatakan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap personel Polresta Pontianak Kota tersebut sudah melalui proses cukup panjang melalui sidang Kode Etik Profesi Polri dengan keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

"Pada hari ini telah sama-sama kita saksikan pemberhentian dengan tidak hormat terhadap satu orang anggota Polri dari Polresta Pontianak Kota yaitu Brigadir Dwi Yandi karena telah melanggar Pasal 7 Ayat (1) huruf B, Pasal 10 Huruf (F) dan Pasal 11 Huruf C peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri Jo pasal 13 Ayat (1) dan Pasal 14 Ayat 1 huruf (B) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri", terang Kapolresta.

Kombes. Pol. Andi Herindra juga menyampaikan bahwa tidak ada pimpinan yang menginginkan kehilangan anggotanya apalagi melalui proses PTDH.

"Kita semua pasti tidak menginginkan upacara ini terjadi," ujarnya.

"Tidak ada satu orang pun pimpinan yang menghendaki kehilangan anggotanya apalagi dengan proses PTDH. Namun karena pertimbangan dan keputusan pimpinan, serta sebagai langkah kongkrit komitmen Polri untuk menegakkan hukum kepada siapa saja termasuk kepada anggota yang melakukan tindak pidana, ini semua harus dilakukan," Tambah Andi.

Ia menabamhakan Sebagai pimpinan tertinggi di Polresta Pontianak Kota, pihaknya tak akan berhenti mengingatkan kepada semuanya untuk meminimalisir pelanggaran sekecil apapun.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved