Breaking News:

Gelar Pemeriksaan MCU, PLN UPDK Kapuas Memastikan Kondisi Kesehatan Pegawainya

Kita harapkan dokter pemeriksa dapat memberikan saran-saran perbaikan ataupun menjawab pertanyaan rekan-rekan peserta MCU

Penulis: Muhammad Riski Farisal | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA/PLN Kalbar
Karyawan PLN Rasydin mengikuti tes MCU. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAKPLN UPDK Kapuas menggelar pemeriksaan Medical Check Up (MCU) untuk memastikan Kesehatan Pegawainya.

Pejabat Pelaksana Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Keamanan (K4) PLN UPDK Kapuas, Aloysius Pramasetya menjelaskan, program MCU ini sebagai tanggung jawab PLN kepada karyawannya dalam aspek pemeliharaan dan pemantauan kesehatan sekaligus sebagai wujud pemenuhan komitmen perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3).

“Walaupun sejak seleksi penerimaan pegawai PLN sudah ada MCU sebagai pemeriksaan awal, ketika kita sudah diterima resmi sebagai pegawai banyak yang bekerja di lingkungan PLN yang memiliki tingkat potensi bahaya menengah sampai dengan ekstrim sehingga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala setidaknya setahun sekali,” jelas Aloysius Pramasetya, Kamis 18 November 2021.

Pelaksanaan MCU di PLN UPDK Kapuas sendiri dilaksanakan di kota dan kabupaten di mana aset kami berada, seperti di Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak

Ia mengungkapkan, sebanyak 82 orang mendapatkan pemeriksaan MCU pada tahun 2021 dan dibagi menjadi dua kategori.

“Pertama rekan-rekan yang domisili kerjanya di Unit Layanan Pusat Listrik (ULPL) dan rekan-rekan yang sudah berusia lebih besar atau sama dengan 40 tahun. Untuk parameter pemeriksaan MCU ada pemeriksaan darah, urin, rontgen, jantung (dengan EKG), dan pemeriksaan kondisi fisik oleh dokter dengan sertifikat Hiperkes. Untuk rekan-rekan yang domisili kerjanya di Unit Layanan Pusat Listrik (ULPL) mendapatkan tambahan pemeriksaan kemampuan pendengaran/audiometri” ujarnya.

Ia mengatakan tujuan dari pelaksanaan MCU ini sendiri untuk memantau kondisi kesehatan karyawan PLN sehingga dapat diketahui apakah ada penurunan kondisi kesehatan dikarenakan faktor alami (usia), faktor gaya hidup, atau faktor lokasi kerja dengan tingkat potensi bahaya tertentu.

“PLN UPDK Kapuas sendiri memiliki mesin pembangkit yang masih beroperasi  kontinyu, kegiatan kantor/tata usaha dan administrasi, penerimaan BBM, dan sebagainya sehingga untuk potensi bahaya dan tingkat risiko yang dihadapi pegawai juga berbeda-beda, tidak terkecuali faktor alami seperti bertambahnya usia ataupun secara pola/gaya hidup masing-masing individu berpotensi berpengaruh terhadap hasil MCU,” katanya.

Aloysius Pramasetya berharap, dengan pelaksanaan MCU apabila ditemukan kondisi pegawai yang mengalami penurunan kondisi kesehatan dapat segera ditindaklanjuti misalnya dengan rotasi bidang kerja, pengobatan, konsultasi dengan dokter spesialis, dan lain sebagainya.

“Dari pemeriksaan MCU terhadap 82 orang pegawai nantinya akan dievaluasi dan diperoleh data kondisi kesehatan yang menggambarkan berapa orang pegawai PLN UPDK Kapuas yang sehat tanpa pengecualian (fit for work) dan berapa orang pegawai yang mengalami penurunan kondisi kesehatan yang kembali bisa dijabarkan mana yang harus mendapatkan perhatian khusus/segera ditindaklanjuti dan mana yang bisa dipulihkan/ditingkatkan tanpa pengobatan khusus," katanya.

Rencananya dalam waktu dekat akan dilaksanakan presentasi hasil pemeriksaan MCU yang juga akan dihadiri dokter pemeriksa dari laboratorium pelaksana pemeriksaan MCU.

"Kita harapkan dokter pemeriksa dapat memberikan saran-saran perbaikan ataupun menjawab pertanyaan rekan-rekan peserta MCU," jelasnya. 

[Update Berita Terkait PLN]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved