Breaking News:

Tanggapi Keluhan Mantan Anggota KPN Sinka, Paryanto Nilai Patut Diduga Terjadi Miss Management

Pengurus Koperasi harus melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Koperasi termasuk memenuhi kewajiban kepada Anggota.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizki Kurnia
Anggota DPRD Kota Singkawang, Paryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Anggota DPRD Kota Singkawang, Paryanto mengungkapkan pendapatnya terkait kekecewaan ratusan anggota KPN Sinka Singkawang yang tidak mendapatkan kejelasan kapan dana simpanan mereka dapat dibayarkan.

Menurutnya, Pengurus Koperasi harus melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Koperasi termasuk memenuhi kewajiban kepada Anggota.

"Jika ada anggota yang mau menarik Simpanan Sukarela dan atau sisa hasil usaha (SHU), tetapi tidak bisa, dengan alasan apapun, patut diduga terjadi miss management terhadap keuangan Koperasi, terutama manejemen keuangan (Likuiditasnya)," papar Paryanto, Rabu 17 November 2021.

Eks Anggota Koperasi Pegawai Negeri Sinka Singkawang Cemas Uang Simpanan Tak Kunjung Dicairkan

Kepada para anggota, Paryanto katakan, dapat mengusulkan rapat anggota tahunan (RAT) luar biasa atau meminta akuntan Publik untuk melalukan audit terhadap keuangan Koperasi.

"Mereka bisa usulkan RAT Luar Biasa, atau minta audit keuangan Koperasi kepada akuntan Publik," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, ratusan mantan anggota Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Sinka Singkawang resah lantaran tidak mendapatkan kepastian kapan dana simpanan mereka dapat dibayarkan oleh koperasi.

Keresahan tersebut muncul lantaran dana dari sebagian mantan anggota yang telah keluar sejak tahun lalu, belum kunjung dicairkan oleh koperasi. Keresahan ini pun diungkapkan oleh sejumlah mantan anggota koperasi ini kepada awak media. 

Satu diantaranya, sebut saja Eka (nama samaran), salah satu anggota koperasi yang telah keluar sejak pertengahan tahun 2020 lalu.

Eka mengaku, dananya baru dibayarkan sebagian oleh KPN Sinka. Ia kecewa dan telah berulangkali mendatangi KPN Sinka namun tidak kunjung mendapatkan pembayaran terkait dana simpanan miliknya.

"Berkali-kali datang, lama-lama saya jengkel. Kita nabung disitu, tapi ngambil uang sendiri kayak ngemis," ujar Eka kepada wartawan, Rabu 17 November 2021.

Padahal, selama bergabung sejak bertahun-tahun lalu, gaji miliknya selalu dipotong untuk KPN Sinka setiap bulan.

Bahkan terkahir kali ia keluar, pemotongan gaji sudah mencapai Rp 85ribu per bulannya. Merasa kecewa, ia pun mengajukan keluar dari KPN Sinka pada pertengahan tahun lalu.

"Dulukan mikirnya nabung, ketika perlu nanti bisa diambil, tapi giliran benar-benar perlu, malah ngak bisa," ujarnya kecewa.

Berdasarkan pengakuannya, pihak KPN Sinka baru mencairkan uang tabungannya sebesar Rp 5 juta, sementara sisanya sekitar Rp 4 juta lebih masih belum dicairkan oleh KPN Sinka. (*)

Update Informasi Seputar Kota Singkawang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved