Breaking News:

Daniel Johan Desak KLHK Segera Periksa dan Pulihkan Daerah Aliran Sungai Kapuas

Segera membantu warga terdampak terutama mengenai logistik kebutuhan sehari-sehari dan kesehatan, mereka pasti kesusahan saat ini

Penulis: Imam Maksum | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Imam Maksum
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memeriksa dan memulihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas.

“Banjir saat ini sangat membuat kita prihatin bukan hanya di Kabupaten Sintang tapi juga Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau, Sanggau, dan Mempawah,” kata Daniel Johan dalam keterangannya kepada Tribun Pontianak, Sabtu 13 November 2021.

Daniel Johan menilai banjir tidak hanya akibat intensitas curah hujan yang tinggi namun juga karena debit air sungai Kapuas dan Melawi yang meluap.

“Selain akibat tingginya intensitas hujan sebagaimana yang sudah diwarning oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak awal sehingga saat ini debit air Sungai Kapuas dan Sungai Melawi meluap,” jelasnya. 

Daniel Johan berujar, hal utama yang saat ini mesti dilakukan adalah segera membantu warga yang terdampak banjir. 

Memenuhi kebutuhan logistik, kebutuhan sehari-hari, kesehatan korban yang terdampak di posko pengungsian.

DLH Kota Pontianak Terus Sosialisasikan Agar Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan

“Segera membantu warga terdampak terutama mengenai logistik kebutuhan sehari-sehari dan kesehatan, mereka pasti kesusahan saat ini,” katanya.

Daniel Johan mengatakan Tim tanggap darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus segara menyalurkan bantuan makanan, obat-obatan, dan perahu untuk mengevakuasi warga.

Khusus untuk KLHK, kata Daniel Johan, agar segera lakukan peninjauan terhadap DAS Sungai Kapuas untuk mengetahui kondisi hutan di sepanjang aliran sungai.

“Apakah banjir tersebut akibat dari pendangkalan sungai, lalu bagaimana dengan kondisi hutan disepanjang aliran sungai,” ucapnya.

Sehingga, lanjutnya, dengan demikian didapatlah gambaran penyebab banjir yang terjadi dan mesti dilakukan pemulihan.

“Yang penting juga adalah penanganan paska banjir, pasti akan begitu banyak infrastruktur jalan yang rusak dan terputus sehingga perlu kebijakan dan anggaran afirmatif mengatasi hal ini,” ujarnya.

[Update Berita Seputar Kota Pontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved