Sungai di Pontianak Mulai Pasang, BPBD Imbau Masyarakat Waspada
Haryadi menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai dan perlu melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi pasang air laut tersebut.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo menghimbau kepada masyarakat Kota Pontianak untuk waspada terjadinya genangan karena pasang air laut.
“Kita mendapat informasi dari BMKG Kalbar bahwa satu minggu kedepan pasang air laut mulai meninggi,” ujar Haryadi saat dikonfirmasi Tribun Pontianak, Selasa 9 November 2021
Haryadi menjelaskan menurut informasi BMKG pasang air laut dan tinggi gelombang di peraiaran Kalbar mencapai 1,6 meter hingga 1,7 meter. “Diinformasikan bahwa mencapai 1,6 meter satu minggu kedepan dan akan terus naik, curah hujan juga cukup tinggi,” jelasnya.
Haryadi menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai dan perlu melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi pasang air laut tersebut.
Menurut Haryadi masyarakat yang tinggal di sepanjang tepian Sungai Kapuas dan bantaran sungai di Kota Pontianak untuk mewaspadai naiknya permukaan air sungai.
• Edi Rusdi Kamtono Nilai Lembaga Keagamaan Menjadi Potensi Atasi Masalah Sosial Kota Pontianak
“Diimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah Pontianak Barat, Pontianak Utara, Pontianak Timur, khususnya yang di sepanjang bantaran sungai untuk selalu waspada,” ujarnya.
Kemudian, lanjutnya, kepada warga di Kecamatan lain di Kota Pontianak juga tetap perlu mewasapadai terjadinya genangan karena kondisi pasang air laut tersebut.
“Bagi masyarakat waspada selalu, untuk segera mengemaskan barang berharga supaya tidak hilang atau rusak akibat banjir atau genangan. Surat menurat, peralatan elektronik dan lainnya,” katanya.
Dia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan camat, lurah, hingga ke tingkat RT RW supaya tanggap bencana, dan tanggap darurat. Sehingga jika terjadi genangan cepat melakukan langkah evakuasi bagi masyarakat yang terdampak.
“Harapannya camat, lurah dan ketua RT RW menghimbau ke warga warganya untuk segera mewaspadai dan melakukan langkah antisipasi terjadinya genangan atau banjir,” terangnya.
Selain itu jika terjadi genangan pastikan warga telah memutus aliran listrik sehingga tidak terjadi arus pendek.
“Listrik jangan sampai on, jangan sampai terjadi arus pendek,” katanya.
Dia menambahkan bahwa pihaknya mempersiapkan untuk mengevakuasi masyarakat jika ada curah hujan tinggi.
“Kita informasikan ke camat, lurat, RT RW, kita sudah punya jalur evakuasi ke jalur mana, harus ke tempat yang tinggi, rumah-rumah tinggi, kantor atau bangunan yang tinggi untuk mengevakuasi warga,” katanya.
Selain itu pihaknya telah mempunyai data warga untuk mempermudahkan memberikan bantuan pada yang terdampak sehingga tidak sulit mengevakuasi.
“Kita berkoordinasi dengan TNI, Polri dan relawan-relawan yang ada di Kota Pontianak,” jelasnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Pontianak)