Edi Rusdi Kamtono Nilai Lembaga Keagamaan Menjadi Potensi Atasi Masalah Sosial Kota Pontianak

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa peran lembaga keagamaan sangat penting bagi masyarakat. Untuk itu, digelarnya pembinaan ter

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat membuka kegiatan pembinaan lembaga keagamaan se-Kota Pontianak, di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Senin 8 NoveNovember 2021. 

TRIBUN PONTIANAK. CO. ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar pembinaan bagi pengurus lembaga keagamaan se-Kota Pontianak tahun 2021, di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Senin 8 NoveNovember 2021.

Pembinaan tersebut diikuti oleh sebanyak 400 orang pengurus dari berbagai lembaga keagamaan di Kota Pontianak

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa peran lembaga keagamaan sangat penting bagi masyarakat. Untuk itu, digelarnya pembinaan tersebut agar lembaga keagamaan bisa menjalankan perannya secara profesional. 

Ketua Umum PBNU Dijadwalkan akan Hadiri Pelantikan PCNU Kota Pontianak

"Lembaga keagamaan menjadi salah satu potensi kekuatan untuk mengatasi permasalahan sosial yang ada, baik secara individu maupun kelompok. Untuk itu, para pengurus maupun anggota lembaga keagamaan kita harapkan memiliki wawasan dan persepsi yang sama, serta kompak dalam menangani berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, " ujarnya saat membuka pembinaan lembaga keagamaan se-Kota Pontianak tahun 2021.

"Kalau ada berita tidak baik berkaitan isu SARA, hendaknya bisa kita netralkan, kalau ada masyarakat yang sedang mengalami musibah bisa kita bantu," pesan Edi. 

Selain itu, kata Edi, lembaga keagamaan juga merupakan sumber nilai moral dan sosial dalam masyarakat. 

"Nilai-nilai yang terkandung dalam agama menjadi landasan utama dalam pembentukan sistem hukum dan kaidah sosial dalam masyarakat," ungkapnya. 

Menurut Edi, agama sangatlah penting dalam menyeimbangkan kehidupan manusia , antara kehidupan dunia dan akhirat. Karena selain meningkatkan keimanan, namun juga mengimplementasikan apa yang terkandung dalam ajaran agama masing-masing. 

"Kita berharap melalui kegiatan pembinaan lembaga keagamaan ini, para peserta mendapat pembekalan dalam mengelola lembaga keagamaan. Tak kalah pentingnya, bagaimana lembaga keagamaan bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman yang kian pesat. Sehingga kehadiran lembaga keagamaan di tengah masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup umat beragama," jelasnya.

Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Yusnaldi menyebutkan, dari 400 peserta pembinaan lembaga keagamaan yang hadir, diantaranya 100 orang peserta dari pengurus majelis taklim, 76 orang pengurus masjid, 60 orang pengurus gereja, 60 orang pengurus paroki, 50 orang pengurus vihara, 27 orang pengurus pondok pesantren dan 27 orang pengurus Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).

"Tujuan pembinaan lembaga-lembaga keagamaan ini adalah agar lembaga agama yang ada di Kota Pontianak lebih profesional dan kokoh dalam menjamin operasional serta optimal dalam pelayanan terhadap umatnya," pungkasnya. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved