Breaking News

Kabar Duka, Seorang Ulama Kharismatik di Mempawah Tutup Usia

“Saya masih mengingat perjuangan almarhum yang penuh lika-liku ketika mulai membuka Taman Pendidikan Alquran (TPA). Saat itu, ia berjualan kue kap ber

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kyai Zainal Arifin bin Zainal Abidin, seorang ulama kharismatik Kabupaten Mempawah, semasa hidupnya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka menaungi masyarakat muslim di Kabupaten Mempawah.

Pasalnya Kyai Zainal Arifin bin Zainal Abidin, seorang ulama kharismatik wafat di RSUD dr Rubini Mempawah, pada Sabtu 6 November 2021 sekitar pukul 02.55 WIB.

Berita duka itu Tribun dapatkan dari Kepala Seksi Pondok Pesantren dan Pendidikan Diniyah (Kasi Pontren PD) Kemenag Mempawah, Mulyadi, yang juga turut menyampaikan duka atas kepergian sang ulama.

Menurut Mulyadi, almarhum Kiyai Zainal Arifin telah banyak melahirkan penghafal Alquran di Kabupaten Mempawah.

“Saya masih mengingat perjuangan almarhum yang penuh lika-liku ketika mulai membuka Taman Pendidikan Alquran (TPA). Saat itu, ia berjualan kue kap berkeliling dari toko ke toko untuk membiayai TPA tersebut,” ujar Mulyadi, Minggu 7 November 2021.

Kata Mulyadi, kerja keras almarhum Kyai Zainal Arifin yang berjuang di jalan Allah SWT, akhirnya mendapatkan kemudahan.

Bahkan dari menjual kue kap ia bisa mengirim putri tercintanya untuk belajar ke negeri Yaman dan pondok pesantren di Pulau Jawa.

“Saya masih ingat cerita almarhum. Ia mengatakan, akan terus berjuang hingga putrinya itu bisa meneruskan cita-citanya untuk membangun pondok pesantren hapal Alquran di Mempawah,” jelas Mulyadi.

Lagi-lagi Allah SWT maha memudahkan. Almarhum Kyai Zainal Arifin bersama sang putri, akhirnya bisa mewujudkan cita-cita itu.

Kini, telah berdiri Pondok Pesantren yang konsen untuk mencetak putra-putri penghafal Al-Quran.

"Namanya, Pondok Pesantrennya yakni Darul Quran, di Jalan Bardannadi Gang H Razak, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur," jelasnya.

BPPRD Canangkan Gebyar Pajak Mempawah Cerah dan Launching Pembayaran PBB-P2 Melalui Bumdes

Hebatnya lagi kata Mulyadi, setiap ada kegiatan tes uji kompetensi dari Pemprov Kalimantan Barat, santri dan santriwati Pontren Darul Quran selalu ambil bagian dan lolos di wisuda penghafal Alquran oleh Gubernur Sutarmidji.

“InsyaAllah, saat ini Pontren Darul Quran yang dipimpin almarhum Kiyai Zainal Arifin tengah mendidik 200 santri penghafal Al-Quran. Tidak saja dari Kalimantan Barat, santrinya bahkan ada dari Riau,” ungkap Mulyadi.

Selain itu, tambah Mulyadi, menurut menantunya, Ustad Aqil Maftuh, almarhum juga pernah membangun Pondok Pesantren Maarif Darul Ulum di Desa Antibar bersama sahabatnya Ustadz Rasyidi.

Kemudian, merintis Pontren Al-Fathanah di Desa Pasir Panjang. Namun sejak ia sepuh dan kurang sehat, pengelolaannya diserahkan kepada putra keduanya, Ustad Abdurrahman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved