2 Upacara Adat Jawa Timur dan Cara Pelaksanaannya
Khusus artikel ini akan membahas dua upacara adat yang berasal dari Jawa Timur, yaitu Upacara Adat Kebo-Keboan dan Upacara Adat Kasada Bromo.
Upacara ini berkembang hingga saat ini, dan menjadi warisan tradisi yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Alasmalang setiap awal bulan Suro, sesuai penanggalan Jawa.
Masyarakat percaya bahwa hewan kerbau dan pertanian tidak bisa terpisahkan. Masing-masing memiliki hubungan.
Sebab, kerbau adalah hewan yang membantu pekerjaan petani ketika mengelola sawah.
Ritual yang Dilakukan
Beberapa warga masyarakat akan dirias seperti hewan kerbau, dengan tubuh dicat hitam, dan menggunakan tanduk dan telinga kerbau buatan sebagai pelengkapnya.
Setelah itu, mereka akan menari-nari di tengah sawah sambil mengelilingi penonton.
Penonton yang dikelilingi akan ditarik menuju kubangan sawah hingga berlumuran lumpur.
Ritual ini akan dilakukan hingga semua penonton yang berada di dekat penari terlumuri oleh lumpur dari sawah.
Nah, itulah penjelasan mengenai Upacara Adat Kebo-Keboan yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.
• Mgr Agustinus Disambut Upacara Adat di Bandara Komodo Labuan Bajo
2. Upacara Adat Kasada Bromo.
Sesuai namanya, upacara adat ini dilakukan oleh masyarakat di sekitar wilayah Gunung Bromo.
Gunung Bromo merupakan salah satu gunung paling terkenal di Indonesia. Gunung berapi ini termasuk masih aktif dan berada di wilayah Jawa Timur.
Lalu, apa yang dimaksud dengan Upacara Adat Kasada Bromo? Yuk, simak penjelasan berikut untuk mengenalnya lebih lengkap!
Sejarah Upacara Adat Kasada Bromo
Upacara Adat Kasada Bromo atau disebut juga dengan Yadnya Kasada merupakan ritual adat yang digelar oleh orang-orang dari Suku Tengger, Jawa Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/upacara-adat-kebo-keboan-banyuwangi.jpg)