2 Upacara Adat Jawa Timur dan Cara Pelaksanaannya

Khusus artikel ini akan membahas dua upacara adat yang berasal dari Jawa Timur, yaitu Upacara Adat Kebo-Keboan dan Upacara Adat Kasada Bromo.

Editor: Nasaruddin
SURYA/HAORRAHMAN
Upacara adat kebo-keboan di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Minggu 23 September 2018. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Upacara adat merupakan salah satu bentuk keberagaman budaya Indonesia yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat dari suatu daerah.

Setiap daerah di Indonesia, memiliki upacara adat yang berbeda bentuk dan tujuan.

Namun, sama-sama telah dilakukan sejak jaman nenek moyang dan diturunkan ke generasi berikutnya.

Khusus artikel ini akan membahas dua upacara adat yang berasal dari Jawa Timur, yaitu Upacara Adat Kebo-Keboan dan Upacara Adat Kasada Bromo.

Syarat Turis Masuk Bali ! Bandara I Gusti Ngurah Rai Dibuka, Cek Daftar Negara yang Boleh Masuk Bali

1. Upacara Adat Kebo-Keboan

Upacara Adat Kebo-Keboan, merupakan sebuah tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh masyarakat Suku Osing dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kebo-keboan diambil dari kata dalam Bahasa Jawa yaitu 'Kebo', yang dalam Bahasa Indonesia artinya kerbau.

Seperti namanya, Upacara Adat Kebo-Keboan dilakukan oleh masyarakat dengan cara merias diri hingga menyerupai hewan kerbau.

Upacara ini berkaitan dengan pertanian, karena merupakan wujud syukur atas hasil panen yang baik dan melimpah.

Selain itu juga sebagai permintaan atau harapan supaya mendapatkan tanah yang subur, panen yang melimpah dan tidak terserang hama.

Sejarah Upacara Adat Kebo-Keboan

Upacara Adat Kebo-Keboan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Awal mula dilaksanakan upacara adat ini karena kisah tentang Buyut Karti, seseorang yang mendapatkan wangsit untuk menggelar upacara bersih desa.

Ini dilakukan untuk mencegah datangnya wabah yang sulit disembuhkan di Desa Alasmalang, Banyuwangi.

Upacara Adat Basamsam Warga Desa Cipta Karya, Cegah Bala Penyakit di Lingkungan Warga

Lalu, Buyut Karti dan para petani melakukan ritual untuk berdandan menyerupai seekor kerbau yang sedang membajak sawah.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved