Upacara Adat Basamsam Warga Desa Cipta Karya, Cegah Bala Penyakit di Lingkungan Warga
"Acara Basamsam atau tutup kampung yang diadakan oleh tokoh adat bersama Pemerintah Desa Cipta Karya," ucap Kades Cipta Karya.
Penulis: Zulfikri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Masyarakat di Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang melaksanakan upacara adat Basamsam (Tutup Kampung) upaya Bersihkan kampung dari penyakit, Minggu 9 Mei 2021.
Ritual Adat Basamsam adalah ritual adat membersihkan kampung dari bala bahaya dan sakit-penyakit yang mengancam warga di Desa Cipta Karya Kecamatan Sungai Betung.
Melalui Kepala Desa Cipta Karya Benyamin Kalvin menyampaikan, bahwa ritual adat ini setiap tahun dilakukan oleh masyarakat Dayak, terkhusus masyarakat Dayak bekatik di Kecamatan Sungai Betung.
Ritual adat Basamsam juga memiliki makna yakni dalam rangkaian dari upacara Gawai Dayak Padi, bentuk bersyukurnya masyarakat setempat atas hasil pertanian padi.
Baca juga: Camat Bengkayang Sebut, Paket Tali Kasih Bantu Warga Menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah
"Acara Basamsam atau tutup kampung yang diadakan oleh tokoh adat bersama Pemerintah Desa Cipta Karya," ucap Kades Cipta Karya.
Dirinya menerangkan, ritual adat Basamsam dilakukan oleh seluruh masyarakat di Desa Cipta Karya yang berpartisipasi secara bersama-sama dengan mengantarkan perlengkapan sesajian adat di Balai Desa Cipta Karya.
Sesajian yang dipersiapkan oleh masyarakat Desa Cipta Karya diantaranya menyiapkan, beras disimpan dalam sebuah mangkun, rokok daun, sirih, mata uang, telur, dan bendera kertas guna didoakan secara ritual adat Basamsam.
"Guna mendapatkan kesehatan dan rejeki dari Jubata. Upacara adat basamsam kali ini dilakukan oleh seluruh masyarakat di wilayah Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang," terang Kalvin.
“Aturan adat yang berlaku selama ritual adat ini berlangsung adalah larangan untuk berkunjung selama kegiatan berlangsung. Mengingat kegiatan ini adalah bentuk menyucikan diri bagi masyarakat dari wabah penyakit yang tidak nampak apalagi saat ini tengah menghadapi pandemi Covid-19,” tambah Kades Cipta Karya ini.
Ritual adat Basamsam ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang baik bagi tubuh masyarakat, sehingga terbebas dari berbagai bala sakit-penyakit serta hal yang tidak tidak diinginkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/509-masyarakat-di-desa-cipta-karya.jpg)