Raihan Medali di PON XX Menurun, Gubernur Sutarmidji Evaluasi dan Kembangkan Cabor Unggulan

Nanti kita evaluasi, seperti anggar juga sangat potensial. Kalau tidak dikembangkan olahraga seperti itu, nanti kita lakukan evaluasi

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji diwawancara wartawan 

Ia menilai, tentu saja faktor tersebut membuat tidak fokus. Meski mengakui ada penurunan raihan medali, Suhadi menegaskan atlet Kalbar yang bertanding di PON XX telah berusaha maksimal memberikan yang terbaik. “Faktor utama memang pandemi Covid-19 membuat pelatihan mandiri tidak maksimal,” ujarnya.

Selain itu, menurut Suhadi, faktor akomodasi bagi atlet dan Kontingen Kalbar di Papua yang kerap kali terlambat juga menjadi faktor kecil menghambat konsentrasi. “Sebenarnya bukan kita mau menyalahkan, tetapi memang konsumsi atlet dan masalah akomodasi juga salah satu faktor kecil juga, karena kami merasakan beberapa kali terlambat,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar Windy Prihastari mengatakan ke depan akan melakukan pemetaan cabor unggulan di tiap kabupaten-kota di Kalbar.

Hal tersebut dilakukan guna menindaklanjuti arahan Gubernur Kalbar yang menginginkan Kalbar memiliki cabor unggulan. “Sekarang kami juga sedang memetakan olahraga unggulan di setiap kabupaten-kota," jelasnya.

Selain menyiapkan pemetaan cabor unggulan ditiap daerah, Disporapar Kalbar siap melaksanakan single event dan multievent di bidang olahraga. Akan tetapi dalam masa pandemi Covid-19 ini tentu akan berbeda dan harus menyesuaikan aturan terkait penerapan prokes.

Ia mengatakan, mengenai atlet Kalbar yang telah mengharumkan nama Kalbar di ajang PON XX Papua, tentu akan mendapatkan penghargaan sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Swab Dua Kali

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson mengatakan bahwa atlet perwakilan Kalbar yang kembali dari mengikuti PON XX Papua dilakukan swab PCR dua kali setelah tiba di Kalbar.

Ia mengatakan walaupun telah dilakukan swab PCR di Papua sebelum kembali ke provinsi masing-masing, atlet yang sampai ke daerah harus wajib dilakukan swab PCR dan menjalani lima hari karantina di tempat isolasi terpadu (isoter) yang telah disiapkan pemerintah.

“Sesuai peraturan yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 Nasional oleh Kemendagri untuk melakukan karantina 5 hari dan Pemprov Kalbar sudah menyiapkan tempat karantina di Gedung LPMP provinsi,” ujarnya.

Harisson mengatakan, di tempat isolasi sudah disiapkan kamar dengan fasilitas yang lengkap serta diberikan rekomendasi yang baik untuk makanannya.

“Kita harapkan mereka yang datang dan pulang benar-benar mengikuti prosedur karantina di gedung yang sudah kita siapkan,” ujarnya.

Adapun gedung LPMP provinsi terdiri dari dua gedung. Satu gedung diperuntukkan bagi karantina PMI dan gedung yang satunya untuk atlet PON yang baru kembali. “Jadi terpisah untuk karantina di LPMP, kalau untuk kasus konfirmasi di gedung Upelkes,” ucapnya.

Harisson mengatakan Gubernur Kalbar sudah memerintahkan bagi atlet dan kontingen yang tiba di bandara agar dilakukan swab PCR.

“Setelah swab PCR di hari kedatangan. Pada hari keempat dilakukan pemeriksaan swab PCR lagi. Kalau negatif baru boleh pulang, tapi kalau positif akan diisolasi selama delapan hari di Upelkes. Setelah selesai baru mereka boleh pulang,” ujarnya.

Ia mengatakan adapun selama menjalani karantina tidak boleh ke mana-mana dan tidak boleh menerima tamu, kecuali dengan jarak 10 meter.

Harisson menambahkan sebelumnya ada lima atlet Kalbar yang sempat dinyatakan positif Covid-19. “Atlet yang sempat positif ini ada yang diisolasi di Papua dua orang, di sini tiga orang. Terhadap semuanya sudah negatif tapi dua orang masih di Papua,” katanya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved