Raihan Medali di PON XX Menurun, Gubernur Sutarmidji Evaluasi dan Kembangkan Cabor Unggulan

Nanti kita evaluasi, seperti anggar juga sangat potensial. Kalau tidak dikembangkan olahraga seperti itu, nanti kita lakukan evaluasi

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji diwawancara wartawan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dibandingkan dua gelaran PON sebelumnya, raihan medali Kontingen Kalbar pada PON XX Papua jauh menurun.  Hingga Kamis 14 Oktober 2021 kemarin, Kalbar hanya meraih 3 medali emas, 5 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Capaian medali emas Kalbar pada PON XX ini hanya setengah dari dua gelaran PON sebelumnya. Kalbar pada PON XIX Jabar 2016 meraih 6 medali emas, 8 medali perak, dan 19 medali perunggu dan (posisi 22). Sedangkan pada PON XVIII Riau 2012, Kalbar juga meraih 6 medali emas, 6 medali perak dan 13 medali perunggu (posisi 19).

Atas hasil tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji berjanji akan melakukan evaluasi terhadap prestasi Kalbar pada PON XX. Ia mengatakan ke depan harus ada cabang olahraga (cabor) unggulan.
Menurutnya, Kalbar banyak sekali cabor potensial yang harus terus dikembangkan.

“Seperti yang saya lihat tarung derajat ini bagus. Kemudian yang bagus lagi, yakni atletik,” ungkap Midji, sapaan akrabnya, pada Kamis 14 Oktober 2021.

“Kita harus melihat, karena kondisi alam harusnya atletik jarak jauh, yakni lari jarak jauh. Panjat tebing juga, kita sudah jagonya,” imbuhnya.

Atlet Kalbar yang Kembali dari PON XX Papua Tetap Jalani Karantina 5 Hari dan Pemeriksaan Swab PCR

Selain itu, Gubernur Midji menyayangkan setiap kelas yang tidak diupayakan untuk bisa punya atlet. Padahal, ia mengatakan medali yang diperebutkan mempunyai jumlah yang banyak.

Ia menyayangkan hanya mengandalkan satu cabor saja. “Nanti kita evaluasi, seperti anggar juga sangat potensial. Kalau tidak dikembangkan olahraga seperti itu, nanti kita lakukan evaluasi,” ujarnya.

Sutarmidji juga menilai bahwa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai induk olahraga, harus mementingkan olahraga. Ia sebelumnya mengatakan, jangan sekadar mau jadi pengurus saja, tapi tidak tahu yang diurus.

“Jangan sampai orang yang tidak pernah olahraga yang menjadi ketuanya,” kata mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini.

Wakil Ketua KONI Kalbar yang juga Ketua Kontingen Kalbar Klaster Mimika PON XX Papua, Suhadi SW mengungkapkan, Kontingen Kalbar masih mempunyai harapan dan peluang untuk menambah perolehan medali lewat final renang, di Jayapura. “Menurut informasi nanti masih ada harapan di final renang di Kota Jayapura,” ungkap Suhadi, Kamis pagi.

Suhadi menyadari, adanya penurunan peringkat Kontingen Kalbar dalam PON XX Papua 2021. Hingga Kamis (14/10), perolehan medali sementara kontingen Kalbar, 3 emas, 5 perak, dan 6 perunggu.

Menurut Suhadi, KONI Kalbar juga akan melakukan evaluasi setelah pulang ke Kalbar usai PON XX 2021. “Perlu evaluasi, baik dari sisi pembinaan atlet, fasilitas olahraga, kemudian skema pelatihan, kemudian pelatih, semuanya tentu akan dievaluasi,” kata Suhadi

Suhadi menyatakan, evaluasi tersebut penting dilakukan karena PON XX Papua 2021 Kontingen Kalbar secara umum mengalami penurunan prestasi.

“Setelah selesai, kita akan melakukan evaluasi atlet. Kemudian, masalah-masalah lain dari sarana dan prasarana olahraga, bagaimana pola latihannya?” tambahnya.

Faktor lain, kata Suhadi, turut mempengaruhi. Ia mencontohkan, persiapan jelang PON XX Papua yang kurang maksimal karena masa pandemi Covid-19. “Mulai persiapan atlet untuk ke Papua kita lakukan latihan mandiri di rumah karena mengingat situasi Covid-19 saat ini,” tuturnya.

Ia menilai, tentu saja faktor tersebut membuat tidak fokus. Meski mengakui ada penurunan raihan medali, Suhadi menegaskan atlet Kalbar yang bertanding di PON XX telah berusaha maksimal memberikan yang terbaik. “Faktor utama memang pandemi Covid-19 membuat pelatihan mandiri tidak maksimal,” ujarnya.

Selain itu, menurut Suhadi, faktor akomodasi bagi atlet dan Kontingen Kalbar di Papua yang kerap kali terlambat juga menjadi faktor kecil menghambat konsentrasi. “Sebenarnya bukan kita mau menyalahkan, tetapi memang konsumsi atlet dan masalah akomodasi juga salah satu faktor kecil juga, karena kami merasakan beberapa kali terlambat,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar Windy Prihastari mengatakan ke depan akan melakukan pemetaan cabor unggulan di tiap kabupaten-kota di Kalbar.

Hal tersebut dilakukan guna menindaklanjuti arahan Gubernur Kalbar yang menginginkan Kalbar memiliki cabor unggulan. “Sekarang kami juga sedang memetakan olahraga unggulan di setiap kabupaten-kota," jelasnya.

Selain menyiapkan pemetaan cabor unggulan ditiap daerah, Disporapar Kalbar siap melaksanakan single event dan multievent di bidang olahraga. Akan tetapi dalam masa pandemi Covid-19 ini tentu akan berbeda dan harus menyesuaikan aturan terkait penerapan prokes.

Ia mengatakan, mengenai atlet Kalbar yang telah mengharumkan nama Kalbar di ajang PON XX Papua, tentu akan mendapatkan penghargaan sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Swab Dua Kali

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson mengatakan bahwa atlet perwakilan Kalbar yang kembali dari mengikuti PON XX Papua dilakukan swab PCR dua kali setelah tiba di Kalbar.

Ia mengatakan walaupun telah dilakukan swab PCR di Papua sebelum kembali ke provinsi masing-masing, atlet yang sampai ke daerah harus wajib dilakukan swab PCR dan menjalani lima hari karantina di tempat isolasi terpadu (isoter) yang telah disiapkan pemerintah.

“Sesuai peraturan yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 Nasional oleh Kemendagri untuk melakukan karantina 5 hari dan Pemprov Kalbar sudah menyiapkan tempat karantina di Gedung LPMP provinsi,” ujarnya.

Harisson mengatakan, di tempat isolasi sudah disiapkan kamar dengan fasilitas yang lengkap serta diberikan rekomendasi yang baik untuk makanannya.

“Kita harapkan mereka yang datang dan pulang benar-benar mengikuti prosedur karantina di gedung yang sudah kita siapkan,” ujarnya.

Adapun gedung LPMP provinsi terdiri dari dua gedung. Satu gedung diperuntukkan bagi karantina PMI dan gedung yang satunya untuk atlet PON yang baru kembali. “Jadi terpisah untuk karantina di LPMP, kalau untuk kasus konfirmasi di gedung Upelkes,” ucapnya.

Harisson mengatakan Gubernur Kalbar sudah memerintahkan bagi atlet dan kontingen yang tiba di bandara agar dilakukan swab PCR.

“Setelah swab PCR di hari kedatangan. Pada hari keempat dilakukan pemeriksaan swab PCR lagi. Kalau negatif baru boleh pulang, tapi kalau positif akan diisolasi selama delapan hari di Upelkes. Setelah selesai baru mereka boleh pulang,” ujarnya.

Ia mengatakan adapun selama menjalani karantina tidak boleh ke mana-mana dan tidak boleh menerima tamu, kecuali dengan jarak 10 meter.

Harisson menambahkan sebelumnya ada lima atlet Kalbar yang sempat dinyatakan positif Covid-19. “Atlet yang sempat positif ini ada yang diisolasi di Papua dua orang, di sini tiga orang. Terhadap semuanya sudah negatif tapi dua orang masih di Papua,” katanya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved