Breaking News:

Bertemu Gubernur Kalbar, Kak Seto Ingin Perkuat Sinergi dalam Tangani Kasus Anak di Kalbar

Tokoh anak nasional Seto Mulyadi atau kerap disapa Kak Seto yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI)

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Tokoh anak nasional Seto Mulyadi atau kerap disapa Kak Seto yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) berkunjung menemui Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji di Kantor Gubernur, Rabu 13 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tokoh anak nasional Seto Mulyadi atau kerap disapa Kak Seto yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) 

berkunjung menemui Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji di Kantor Gubernur, Rabu 13 Oktober 2021.

Pada pertemuan tersebut, Kak Seto mengatakan pertemuan dengan Gubernur Sutarmidji untuk lebih mengakrabkan diri dengan Pemerintah Daerah terutama  bersinergi dalam menangani kasus anak di Kalbar .

Personel Bidpropam Polda Kalbar Melaksanakan Gaktiblin di Mako Polsek Pontianak Kota

“Karena ada ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kalbar. Jadi ingin lebih mengakrabkan diri dengan Pemda dalam hal ini Pemprov Kalbar untuk berkordinasi,”ujarnya usai bertemu Gubernur Sutarmidji.

Kak Seto juga mengatakan bahwa LPAI Kalbar juga tampak aktif menangani kasus prostitusi anak yang sering terjadi di hotel dan melakukan pengawasan.

“Kita ingin supaya lebih bersinergi dan berperan serta, karena tugas perlindungan anak bukan hanya pemerintah tapi juga masyarakat,”ungkapnya.

Dikatakannya memang banyak terjadi kasus anak putus sekolah ditengah pandemi covid-19,  seperti di Jakarta Kak Seto mengatakan bahwa terhadap anak yang putus sekolah potensinya diberdayakan untuk ikut pendidikan informal dan non formal.

“Kalau anak tersebut putus sekolah, diharapkan tidak putus belajar. Hal itu sesuai  UU pendidikan nasional bahwa belajar itu bisa melalui pendidikan formal dan non formal,”ujarnya.

Ia mengatakan biasanya pendidikan non formal diberikan untuk membantu para anak jalanan yang mungkin orangtuanya terkena PHK.

“Jadi mereka bisa mengikutinya dan bisa ditempuh serta dijamin bisa ikut evaluasi sesuai standar pendidikan yakni ujian dan akan dapat ijazah,”ujarnya.

Dikatakannya bahwa pendidikan seperti itu  sudah di praktekan cukup lama dengan kelas yang sudah berjalan.

“Ini juga akan kami populerkan di Kalbar agar Pendidikan anak jangan sampai terputus,”pungkasnya. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved