Breaking News:

Musda DPD Partai Demokrat, Pengamat Sebut Faktual Dukungan Suara Bisa Jadi Indikator DPP

Ego ketidakpuasaan, lanjut Jumadi, harus dikesampingkan demi kepentingan soliditas partai.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Jamadin
Musda DPD Partai Demokrat, Pengamat Sebut Faktual Dukungan Suara Bisa Jadi Indikator DPP
TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Pengamat Politik FISIP Untan, Dr. Jumadi, M.Si

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Musda DPD Partai Demokrat Provinsi Kalbar menghasilkan dua nama untuk menjadi calon Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kalbar periode berikutnya.

Dua nama itu adalah Ermin Elviani yang mendapatkan delapan dukungan dari pemegang suara. Kemudian Aron yang mendapat tiga dukungan pemegang suara.

Pada Musda DPD Partai Demokrat ini, pemegang suara ada 16 yang terdiri 14 DPC, 1 DPD dan 1 DPP Partai Demokrat.

Dari 16 itu, ada tiga suara yang ganda sehingga Ermin Elviani yang harus 12 menjadi 8 dan Aron yang mestinya 6 mendapat 3.

Kedua calon ketua ini akan menjalani fit and propertest oleh Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Polemik Partai Demokrat, Mantan Ketua Hakim MK Jadi Lawan Yusril Ihza Mahendra di Mahkamah Agung

Pengamat Politik FISIP Untan, Dr. Jumadi, M.Si menilai, semua pihak mesti menghormati mekanisme aturan yang dibuat oleh partai.

"Saya lihat, mekanisme yang dibuat oleh Partai Demokrat ada top down dan bottom up,  tentu ada proses mekanisme untuk menentukan siapa yang kemudian akan diusulkan ke DPP," katanya.

DPP, kata dia, tentu mempunyai kewenangan untuk mengambil keputusan. "DPP bisa melihat secara faktual dukungan ditingkat bawah," ujar Jumadi.

"Saya pikir, mekanisme dan kesepakatan semua pihak mesti mentaati apapun keputusan DPP, harus berjiwa besar, artinya itulah mekanisme demokrasi internal yang dibangun oleh Partai Demokrat," katanya.

Ego ketidakpuasaan, lanjut Jumadi, harus dikesampingkan demi kepentingan soliditas partai.

"Inikan aspirasi bawah jelas, tentu DPP punya pertimbangan-pertimbangan, indikator, parameter, serahkan sepenuhnya ke DPP. Semua partaikan cinderung sentralistik, apapun yang terjadi dipusat berimbas di bawah," paparnya.

"Jadi, Partai Demokrat sekarang menghadapi 'badai' mestinya semua pihak mesti solid, jangan justru di bawah memperkeruh situasi," tutup Jumadi.

[Update Berita Seputar Partai Demokrat]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved