Harysinto Linoh Beberkan Capaian, Strategi Hingga Hambatan Vaksinasi di Kabupaten Sintang

Vaksinasi kata Sinto merupakan langkah terakhir. Tujuannnya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Harysintoi Linoh menghadiri kegiatan kunjungan tim koordinasi percepatan vaksnasi Pemprov Kalbar di pendopo bupati sintang. 

Masalah lainnya yang dihadapi adalah Aplikasi Pcare yang sering bermasalah. Data masyarakat yang belum terupdate di Dukcapil sehingga sertifikat vaksinya tidak keluar, ada juga NIK ganda, dan gangguan jaringan saat entry data ke Pcare.

"Aplikasi SMILE juga terjadi masalah, data kami dengan provinsi sering beda. Kepastian waktu datangnya vaksin juga tidak jelas. Intinya, SDM kami sangat cukup, yang harus diperhatikan memang hanya kedatangan vaksin untuk kami," ujarnya.

"Setiap minggu, Sintang seharusnya mendapatkan minimal 30 ribu dosis baru targetnya Pak Gubernur Kalbar bisa tercapai. Kalau kami diberikan target 3. 854 dosis tetapi vaksin datangnya tidak menentu, susah mencapai target. Kami juga seringkali membawa vaksin untuk jatah Kapuas Hulu dan Melawi. Karena kita ditengah-tengah. Nanti mereka ambil ke Sintang," tegasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved