Harysinto Linoh Beberkan Capaian, Strategi Hingga Hambatan Vaksinasi di Kabupaten Sintang
Vaksinasi kata Sinto merupakan langkah terakhir. Tujuannnya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh menegaskan seluruh negara di dunia pusing menghadapi pandemi covid-19 karena menyembuhkan dengan menggunakan obat, semuanya masih tebak-tebakan, ada yang berhasil dan ada yang tidak.
Vaksinasi kata Sinto merupakan langkah terakhir. Tujuannnya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19.
"Jumlah kasus kematian akibat covid-19 di Kabupaten Sintang mencapai 300 kasus. Hanya 3 kasus yang terjadi, orang tersebut sudah menerima vaksin dosis pertama yang meninggal. yang dosis kedua belum ada. Sisa semuanya belum mendapatkan vaksinasi," ujarnya.
"Tujuan vaksin juga untuk mencapai kekebalan kelompok, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan dan menjaga produktivitas serta meminimal dampak sosial ekonomi," kata Sinto, Kamis 30 September 2021.
• Aksi Peduli, Personel Polsek Sintang Kota Salurkan Bantuan Sosial kepada Warga Terdampak Covid-19
Sinto mengungkapkan Kabupaten Sintang dalam capaian target vaksinasi berada di urutan ketiga di Kalimantan Barat dengan capaian 19,73 persen. Pontianak nomor pertama dengan capaian 44, 56 persen, urutan kedua Kota Singkawang. Untuk vaksinasi tenaga kesehatan di Sintang dosis pertama sudah 123 persen, dosis kedua sudah 118 persen dan dosis ketiga sudah 72,20 persen.
"Petugas publik di Sintang sudah 104 persen sudah menerima dosis pertama, dosis kedua baru 79 persen. Banyak pelayanan publik setelah menerima vaksin dosis pertama lalu tidak mau lagi menerima dosis kedua. Mereka menganggap, nanti saja," ungkap Sinto.
Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang
Vaksinasi lansia baru 16, 53 persen. Lansia kata Sinto, sulit divaksin karena takut dan memiliki penyakit. Menurutnya, masyarakat rentan baru 19, 33 persen yang sudah divaksin. Sementara jumlah vaksin remaja atau anak usia 12-1 tahun sudah 4, 62 persen dosis pertama dan dosis kedua baru 2, 63 persen.
"Jumlah vaksinator di Kabupaten Sintang sangat banyak karena kami memiliki 58 dokter, 671 perawat dan 423 bidan yang tersebar di seluruh kecamatan dan bisa sebagai vaksinator," jelasnya.
Sinto menegaskan strategi untuk mempercepat vaksin covid-19 di Kabupaten Sintang hanya cukupi jumlah vaksinnya. Ada surat Gubernur Kalbar yang menyebutkan target vaksin per hari untuk Kabupaten Sintang adalah minimal 3. 854 orang.
"Jadi yang penting itu vaksinnya ada. misalnya saja target untuk Sintang 4 ribu dosis perhari, dibagi 21 puskesmas, maka satu puskesmas hanya mendapatkan 200 dosis, itu kecil sekali. Jadi kalau satu hari hanya 200 orang setiap puskesmas, sangat tidak ada masalah selama vaksinnya ada," ungkap Sinto.
Pada selasa lalu, Sintang mendapatkan jatah 20 ribu dosis vaksin sinovac. Oleh Sinto 10 ribu dosis untuk stok, 10 ribunya dibagikan untuk 21 puskesmas yang ada di Kabupaten Sintang.
Menurutnya, jumlahnya distribusi vaksin ke kecamatan memang tidak merata, bagi puskesmas yang sanggup cepat menghabiskan vaksin, maka akan dikirim lebih banyak.
"Targetnya 9 Oktober 2021, 10 ribu dosis sudah habis. 10 ribu dosis stok yang ada di Dinas Kesehatan akan digunakan untuk vaksin di Kecamatan Sintang. Target kami, 20 ribu dosis ini, akan habis pada 13 Oktober 2021. Jadi dua minggu bisa menghabiskan 20 ribu dosis," bebernya.
Secara keseluruhan, untuk dosis pertama di Kabupaten Sintang sudah mencapai 21. 944 orang, dan dosis kedua sudah 10. 132 orang." Kendalanya kami selama ini adalah kurang distribusi vaksin untuk Kabupaten Sintang. Memang akan segera datang lagi 22.060 dosis untuk Sintang," ungkap Sinto.
• Pelantikan 288 Kades Se-Kabupaten Sintang Digelar 7 Oktober, Panitia Siapkan 4 Lokasi Swab