Breaking News:

BPTP Kalbar Gelar Bimtek di Sungai Kelambu

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tebas, tepatnya di Jalan Sungai Kelambu, Desa Mensere

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Tani dan Petani di Jalan Sungai Kelambu, Desa Mensere, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. (Istimewa) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kementerian Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat, menggelar Bimbingan teknis (Bimtek) teknologi perbenihan dan persemaian padi sistem dapog.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tebas, tepatnya di Jalan Sungai Kelambu, Desa Mensere, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Kepala BPTP Kalbar Rustam Massinai mengatakan Bimtek tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, yang diawali dengan pemberian pengetahuan berupa teori.

"Setelah teori nanti baru dilaksanakan praktek menggunakan mesin tanam pindah bibit (rice transplanter)," ujarnya, Selasa 21 September 2021.

Karutan Sambas Berikan Pengarahan Tata Tertib Bagi Warga Binaan

Dijelaskan dia, jika Bimtek yang digelar selama dua hari itu direncanakan akan diikuti oleh 300 peserta. Dimana nantinya akan dibagi menjadi dua tahap.

"150 orang pada hari pertama dan 150 orang lagi pada hari kedua, dengan orang yang berbeda," kata Rustam.

Nantinya kata Rustam, 300 orang ini akan mengikuti Bimtek dan mempelajari bagaimana persiapan tanam pada 2022 dalam denfarm di Tebas Sungai Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, dengan luas lahan tanam diperkirakan mencapainya 100 hektar.

"Kita mendahului bagaimana mempermudah pencapaian di Desa Lonam yang bisa panen sampai 8 ton per hektar, mudah-mudahan nanti di Desa Tebas Sungai bisa lebih dari 8 ton per hektar," kata Rustam.

"Karenanya kita laksanakan Bimtek yang menyerap aspek tanamnya, selain itu kita juha akan membuat sistem penyiapan dapog untuk penerapan alsintan berupa rice transplanter," jelas Rustam.

Ia menyebutkan dengan sistem dapog, nantinya pertanian akan lebih efektif dan dia mengklaim akan menghemat tenaga kerja.

"Sebelumnya jika selama ini diperlukan 30 petani menanam padi pada lahan satu hektar dalam satu hari. Maka dengan persemaian sistem dapog bisa dilakukan oleh dua operator dan bisa selesai dalam waktu 6 jam untuk satu hektar," katanya.

"Sehingga biaya dan waktu bisa dihemat, dan dalam pelaksanaan mewujudkan denfarm 100 hektar nanti tidak terhambat karena ketidaktahuan dari petani kita," tutup Rustam.

Untuk diketahui, Bimtek tersebut diikuti oleh para anggota kelompok tani (Poktan) dan penyuluh pertanian di Kabupaten Sambas itu. Selain itu, dihadiri oleh Kepala BPTP Kalbar, Rustam Massinai, Perwakilan Balitbangtan Kementan Yudhistira Nugraha, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Yayan Kurniawan.

Tidak hanya itu, dari pihak legislatif juga tampak hadir Wakil Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Sambas Ferdinan Syolihin dan Bagus Setiadi, Camat Tebas Slamet Riadi dan Kapolsek Tebas Iptu Ambril serta Kepala BPP Tebas Suliati dan para penyuluh pertanian di BPP Tebas. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved