Breaking News:

Khazanah Islam

HUKUM Fardu Ain dan Artinya, Apa Perbedaan Fardu Ain dan Fardu Kifaya dan Contoh Ibadahnya

Meninggalkan fardu berarti mendapat konsekuensi dosa, sedang melaksanakannya mendapat konsekuensi kebaikan (pahala).

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Juni Kriswanto / AFP
Umat muslim melaksanakan salat Ied 1 Syawal 1442 Hijriah dengan tetap menjaga jarak di Masjid Al-Akbar, Surabaya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sebagai umat Islam tentunya akan mengenal istilah dari Fardu yang melekat dalam diri setiap muslim.

Arti Fardu sendiri dalam bahasa Arab adalah status hukum dari suatu keaktifan yang harus/wajib dilaksanakan.

Dalam hukum Islam, fardu memiliki guna yang sama dengan status hukum wajib (mazhab syafi'i menyamakan fardu dengan wajib, mazhab hanafi dan mazhab hambali memposisikan fardu semakin tinggi dari wajib, lihat [1]).

Meninggalkan fardu berarti mendapat konsekuensi dosa, sedang melaksanakannya mendapat konsekuensi kebaikan (pahala).

Fardu itu sendiri terbagi menjadi dua yaitu Fardu Ain dan Faru Kifayah.

Hukum dari keduanya tentu saja wajib yang berbeda hanya dari status pelaksanaannya saja.

Fardhu Ain diwajibkan kepada individu-individu sementara Fardu Kifayah hendak gugur bila telah dilaksanakan oleh sebagian muslim yang lain.

Dikutip dari wikipedia, Fardhu ain merupakan kewajiban dari setiap orang muslim di mana amalan atau ibadah yang harus dilakukan tidak dapat diwakilkan.

Kewajiban ini diemban setiap muslim masing-masing apabila sudah memenuhi syarat sudah baligh serta mukallaf yang ditentukan secara syariat.

Adapun ibadah atau amalan yang hukumnya fardhu ain dan tidak bisa diwakilkan.

Siapa Saja yang Disebut Musafir dan Apa Arti dari Musafir ? Berikut Keringanan Ibadah Bagi Musafir

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved