Breaking News:

Identifikasi Kasus Positif COVID-19 di SMKN 5 Pontianak, Disdik Kalbar Terus Lakukan Evaluasi PTM

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng mengatakan bahwa sejauh ini pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat SMA/SMK

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadisdik Kalbar, Sugeng saat ditemu di Ruang Kerjanya, Senin 25 Januari 2021.//Anggita Putri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng mengatakan bahwa sejauh ini pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat SMA/SMK Negeri dan Swasta di Kalbar masih terus berlanjut dan akan terus dilakukan evaluasi rutin.

Ia mengatakan walaupun hasil evaluasi pengambilan sampel acak siswa dan guru di Pontianak ditemukan kasus positif namun dengan CT diatas 37. 

Adapun kasus positif ditemukan di SMK N 5 Pontianak. Hasil evaluasi dari pemeriksaan sampel swab acak yang telah dilakukan oleh Diskes Provinsi Kalbar sebelumnya. 

“Alhamdulillah PTM sejauh ini masih berjalan lancar dan belum ada kendala. Hanya saja di SMK N 5 Pontianak kita berhentikan dulu PTMnya karena ditemukan kasus positif dengan ct diatas 35,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Rabu 15 September 2021. 

Targetkan 2.300 Dosis Vaksin, Laksda TNI Arsyad Abdullah Tinjau Vaksinasi di Rumah Radank Pontianak.

Namun dikatakannya untuk keseluruhan PTM di SMA/ SMK Se-Kalbar masih berjalan lancar dan kondisi di daerah dikatakannya cenderung membaik.  

Namun ia belum mengetahui berapa jumlah pasti kasus positif di SMK N 5 Pontianak,akan tetapi semuanya sudsh diambil langkah yakni dengan memberhentikan sementara PTM di SMK N 5 Pontianak dan dilanjutkan dengan daring. 

“Kalau pada prinsipnya PTM masih lancar saja, hanya di SMK 5 Pontianak yang mulai hari Jumat kemarin diberhentikan sementara PTM nya.  Biasanya jadwal PTM terbatas mereka  senin - kamis dan jumat memang belajar daring,”jelasnya.

Ia mengatakan sebagai evaluasi PTM akan terus dilakukan pengambilan sampel swab acak terdahap siswa dan guru di sekolah satu kali dalam seminggu oleh Diskes Provinsi begitu juga di kabupaten kota.

“Jadi PTM masih terus berjalan sedangkan untuk di daerah juga dilakukan prokes ketat ketika siswa melakukan PTM. Seperti mslakukan pengukuran suhu badan, setiap yang datang diperiksa, dan wajib menggunakan masker,”tegasnya.

Apabila hasil pemeriksaan ditemukan kasus positif dengan CT 37 keatas atau ada siswa dan guru yang demam akan langsung dipulangkan, serta tidak diperbolehkan masuk sekolah sampai kondisi sudah sehat kembali. 

“Kami harap kepala sekolah di kabupaten kota yang diluar jangakauan provinsi untuk bekerjasama dengan Diskes  setempat dan Satgas kabupaten kota  untuk mengambil swab antigen atau pcr untuk deteksi anak dan pendidik yang sudah mulai tatap mula terbatas,” tegasnya.

Dikatakannya semua yang melakukan PTM harus dilakukan pemeriksaan sesuai prokes dan terus dilakukan evaluasi rutin. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved