Breaking News:

Pemerintah Berkomitmen Perkuat Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama

Syahrul Yadi mengungkapkan, bahwa diantara problem kerukunan, salah satu diantaranya ialah karakter sektoral dimana masing-masing kelompok/individu me

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menggelar dialog Kerukunan Intern Umat Beragama, di Hotel Mahkota Pontianak, Kalimantan Barat pada Selasa 14 September 2021.

Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si yang juga sebagai Rois Syuriah PWNU Kalimantan Barat dalam materi tentang Kebijakan Pemerintah dalam Pembinaan Kerukunan Umat Beragama,  bahwa dialog kerukunan intern umat beragama ini bermakna sebuah perbincangan lebih dari satu arah mengenai persoalan kerukunan yang melibatkan kalangan elemen agama. 

Syahrul Yadi mengungkapkan, bahwa diantara problem kerukunan, salah satu diantaranya ialah karakter sektoral dimana masing-masing kelompok/individu merasa diri atau kelompoknya yang paling benar, serta mengedepankan ego individu/kelompoknya masing-masing. 

Perpustakaan Bahagia Mendawai Kecamatan Pontianak Tenggara Sabet Juara 1 Tingkat Nasional

"Karakter sektoral ini kemudian berlanjut kepada intervensi terhadap berbagai kebijakan yang didasari kepentingan individu atau kelompoknya masing-masing," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ada tiga solusi yang dapat dijadikan sebuah upaya untuk menyelesaikan berbagai problem kerukunan yang terjadi. Diantaranya yang pertama ialaj optimalisasi untuk mematuhi kesepakatan permanen bermakna bahwa semua elemen agama hendaknya patuh dan berkomitmen kepada kesepakatan yang sudah dicapai oleh para pendiri bangsa ini yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua, senantiasa belajar dari ciptaan Allah bermakna bahwa Allah SWT mengapresiasi perbedaan melalui berbagai ciptaanNya. Ini tentu perlu dihayati bersama oleh para pemeluk agama Islam.

Ketiga, Mengeksplor potensi otak yang bermakna otak merupakan piranti yang dimiliki setiap individu. 

"Dengan melakukan eksplorasi dan pemanfaatan terhadap otak yang dimiliki oleh tiap-tiap individu maka berbagai problem kerukunan utamanya pola berpikir sektoral yang sering terjadi itu mudah diatasi," paparnya.

Diakhir penyampaiannya, Syahrul Yadi menegaskan dengan mempraktikkan tawaran solusi sebagaimana yang disebutkan diatas, diyakininya kerukunan umat beragama bisa terjalin dengan baik.

"Jika mempraktikkan tawaran solusi ini. Insyaallah kerukunan intern umat beragama akan terbangun dengan baik di bumi Kalimantan Barat," pungkasnya. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved