Warga Pontianak Berhasil melakukan Budidaya Anggur di Pekarangan Rumah Saat Pandemi COVID-19 Melanda
Pada masa pandemi covid-19 malah mendatangkan ide dan kreativitas seperti yang dilakukan oleh Kepala UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Tanama
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pada masa pandemi covid-19 malah mendatangkan ide dan kreativitas seperti yang dilakukan oleh Kepala UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Tanaman Pangan dan Holticutura, Anton Kamaruddin yang berhasil melakukan budidaya tanaman anggur di pekarangan rumahnya.
Budi daya anggur yang dilakukan oleh Anton didepan rumahnya di Villa Citra Andalas, Jalan Suwignyo, Pontianak, Kalimantan Barat.
Anton menerapkan pola tanam sambung pucuk agar tanaman anggur dapat tumbuh dan berbuah baik dengan kondisi iklim di Kota Pontianak.
Ia mengatakan ide awal dirinya menanam anggur di masa pandemi covid-19 berawal dari aktivitas yang lebih banyak di rumah karena dilakukan pembatasan aktivitas di luar rumah.
• IKIP PGRI Pontianak Besok Mulai PTM, Pihak Kampus Siapkan Langkah Antisipasi Penemuan Kluster
Sehingga timbul ide bagaimana untuk keluar dari masalah ini. Saat pandemi dirinya pun sering sekali membeli kebutuhan di rumah seperti buah anggur yang dibeli secara online.
“Tapi buah anggurnya asem. Jadi akhirnya timbul lah ide dari situ untuk nudi daya anggur,”ujarnya,Minggu 12 September 2021.
Namun dikatakannya banyakmasyarakat di Pontianak mengatakan bahwa anggur tidak cocok hidup di iklim seperti di Pontianak, dam hanya cocok di negara empat musim.
(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)
“Tapi akhirnya saya tetap mencoba pada 1 Mei 2020 lalu melakukan budidaya anggir dengan cata sambung pucuk menggunakan bibit anggur impor,”ujarnya.
Dimana ia berhasil melakukan budidaya tersebut dan buahnya pun banyak serta memiliki rasa yang manis.
“Akhirnya tetangga saya juga pada ngikut, begitu juga kawan-kawan lain baik petani swasta juga banyak yang ikut,”ujarnya.
Berkah percobaan yang berhasil Anton lakukan, kini masyarakat di Pontianak sudah bisa menikmati anggur import yang dulunya hanya bisa dibeli di supermarket atau di toko buah saja.
“Kita akhirnya bisa merasakan buang anggur impor di dirumah kita masing-masing,”ujarnya.
Kemudian ia mulai menawarkan konsep yang telah ia terapkan kepada Bank Indonesia yang awalnya ditolak. Dengan mencoba meyakinkan pihak Bank Indonesia bahwa bibit kecil dalam kondisi berbuah tersebut untuk m program pengembangan di pesantren sebagai penguatan ekonomi pesantren.
“Jadi untuk lihat proyeknya di Kabupaten Kubu Raya itu di daerah Jeruju Besar dan di daerah Sungai Belida dengan konsep anggur di pekarangan yang ditanam di masa pandemi,”ujarnya.