Pola Hidup Sehat
APA Itu Hipertermia? Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Hipertermia?
Kamu harus berhati-hati jika tubuh telah menunjukkan gejala hipertermia. Dilansir dari Alodokter, inilah gejala yang menunjukkan hipertermia.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
- Pusing
- Mual
- Merasa kegerahan atau panas di dalam tubuh.
- Merasa haus yang berlebihan.
- Sakit kepala.
Selain gejala umum, adapun gejala khusus yang dibedakan berdasarkan jenis hipertermia.
- Tubuh tidak bisa mengeluarkan keringat karena berada di tempat panas dan lembap, keadaan ini disebut heat stress. Gejalanya yaitu pusing, haus, mual, dan sakit kepala.
- Kehilangan konsentrasi, koordinasi tubuh, lemas, dan haus karena terlalu lama terpapar suhu panas atau berada di tempat panas. Kondisi ini disebut heat fatigue.
- Pusing, pandangan berkunang-kunang, hingga pingsan akibat terlalu memaksakan diri di tempat yang panas sehingga memicu kurangnya aliran darah ke otak. Kondisi ini disebut heat syncope.
- Kejang otot disertai nyeri dan kram pada otot betis, paha, bahu, lengan, dan perut akibat bekerja di tempat panas dan sering terpapar panas. Kondisi ini disebut heat cramps.
- Pembengkakan pada tangan, kaki, dan tumit akibat terlalu lama duduk atau berdiri di tempat panas. Kondisi ini disebut heat edema.
- Munculnya ruam pada kulit karena terlalu lama terpapar panas, disebut heat rash.
- Pusing, lemas, keringat keluar berlebihan, detak jantung meningkat, dan sulit menggerakkan anggota tubuh akibat tidak bisa menyeimbangkan suhu tubuh. Kondisi ini disebut heat exhaustion.
- Suhu tubuh di atas 40°C, kulit terasa panas, kejang, dan menurunnya kesadaran akibat hipertermia yang paling parah. Kondisi ini disebut heat stroke.
Nah, itulah pengertian hipertermia, penyebab terjadinya dan gejala yang ditimbulkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hati-hati-walau-tanpa-demam-virus-corona-bisa-bikin-mata-memerah-berair.jpg)