Pola Hidup Sehat
KEKURANGAN Maupun Kelebihan Zat Gizi akan Dapat Menyebabkan Kelainan - kelainan
Adapun istilah Avitaminosis bukan bermakna kurang atau kelebihan gizi tetapi kondisi kekurangan vitamin.
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
Skorbut adalah penyakit malnutrisi akibat tubuh kekurangan vitamin C.
Vitamin C penting bagi tubuh karena berperan dalam produksi kolagen, penyerapan zat besi, dan pembentukan imunitas tubuh.
Gejala penyakit scurvy antara lain nyeri otot dan sendi, kelelahan, munculnya titik-titik merah di kulit, perdarahan dan pembengkakan pada gusi, hilangnya nafsu makan, berat badan turun, diare, mual, dan demam.
Guna mencegah terjadinya penyakit ini, pastikan makanan yang dikonsumsi mengandung vitamin C.
Beberapa pilihan makanan yang kaya akan vitamin C antara lain cabai, tomat, brokoli, kiwi, stroberi, lemon, jeruk, limau, kubis, paprika, nanas, pepaya, mangga, blewah, kembang kol, dan bayam.
5. Anemia
Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin.
Penyakit ini bisa terjadi akibat kekurangan zat besi.
Zat besi diperlukan tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang berfungsi untuk membawa oksigen dalam darah ke jaringan tubuh.
Jika sel darah merah sedikit, organ dan jaringan tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup.
Anemia defisiensi besi ditandai dengan berbagai gejala, yaitu tubuh lemah dan lesu, merasa sangat letih, kesemutan di kaki, kurangnya nafsu makan, detak jantung cepat, kuku rapuh, nyeri dan radang lidah, tangan dan kaki dingin, pusing atau sakit kepala, infeksi, sakit dada, sesak napas, insomnia dan kulit pucat.
Namun, terkadang penyakit ini bisa saja tidak menimbulkan gejala apa pun.
Anemia dapat diatasi dan dicegah dengan cara mengonsumsi suplemen zat besi atau makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging, ikan, hati ayam atau sapi, tahu, tempe, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, beras merah, seafood, dan sayuran berdaun hijau tua.
Kebanyakan masalah yang disebabkan oleh malnutrisi akan berhenti setelah kekurangan nutrisi diatasi.
Namun, ada pula yang menimbulkan efek samping berkepanjangan. Ini biasanya terjadi ketika malnutrisi sudah parah dan berlangsung lama.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat malnutrisi meliputi kelainan fungsi ginjal, imunodefisiensi, kelainan otot, dan demensia.
Pada bayi dan anak-anak, malnutrisi juga bisa menimbulkan terjadinya gangguan tumbuh kembang dan stunting. (*)