Pola Hidup Sehat
KEKURANGAN Maupun Kelebihan Zat Gizi akan Dapat Menyebabkan Kelainan - kelainan
Adapun istilah Avitaminosis bukan bermakna kurang atau kelebihan gizi tetapi kondisi kekurangan vitamin.
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
Kekurangan Gizi Sebabkan Banyak Penyakit
Kekurangan nutrisi atau malnutrisi merupakan kondisi yang tidak boleh disepelekan.
Pasalnya, jika didiamkan berlarut-larut, malnutrisi bisa menimbulkan berbagai komplikasi atau penyakit yang berbahaya bagi kesehatan.
Sebagian besar penyebab malnutrisi di beberapa negara adalah ketiadaan asupan pangan yang memadai, misalnya karena bencana alam, konflik atau peperangan, kemiskinan, hingga krisis sosial dan ekonomi.
Selain karena faktor tersebut, seseorang juga masih bisa mengalami kekurangan gizi meski sudah mengonsumsi banyak makanan.
Hal ini dapat terjadi jika makanan yang dikonsumsinya tidak mengandung gizi yang memadai, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Malnutrisi juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, seperti intoleransi atau gangguan penyerapan nutrisi, gangguan mental, kecanduan narkotika atau alkohol, hingga gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia.
Dilansir dari alodokter.com, tanpa perbaikan asupan nutrisi, kondisi malnutrisi dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, di antaranya:
1. Kwashiorkor
Kwarshiorkor merupakan kondisi malnutrisi akibat kekurangan asupan protein.
Padahal, protein sangat dibutuhkan untuk memperbaiki dan memperbarui sel serta jaringan tubuh, mendukung proses pemulihan tubuh ketika terjadi luka atau penyakit, dan mendukung tumbuh kembang janin, bayi, dan anak-anak.
Kwashiorkor umumnya lebih banyak menimpa anak-anak dan kasusnya masih banyak terjadi di negara-negara berkembang.
Gejala dari penyakit ini antara lain kelelahan, kulit kering dan bersisik, rambut kering atau kusam, perut buncit, hilangnya massa otot, pembengkakan di bawah kulit (edema), perubahan mood, serta susah menambah berat dan tinggi badan.
Kwashiorkor dapat dicegah dan ditangani dengan mengonsumsi makanan berprotein tinggi, seperti daging, susu, keju, ikan, telur, kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
• KAPAN Penyakit TBC Bisa Menular dan Siapa Saja Orang Berisiko Mudah Tertular TBC ?
2. Marasmus