Kepala SDN 3 Pontianak Sebut Belum Semua Siswa Mengikuti Belajar Tatap Muka
Kepala SDN 03 Pontianak Kota, Suhadaniah mengatakan selama dimulai PTM pihaknya belum menemukan kendala.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Pontianak telah dimulai Senin 23 Agustus 2021. Beberapa sekolah tingkat dasar di Kota Pontianak pun turut memulai PTM, satu diantaranya SDN 3 Pontianak Kota.
Kepala SDN 03 Pontianak Kota, Suhadaniah mengatakan selama dimulai PTM pihaknya belum menemukan kendala.
“Pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang dimulai Senin 23 Agustus 2021, sampai hari kedua ini kita tidak terdapat hal-hal yang sangat mengganggu,” ujarnya saat ditemui, Selasa 24 Agustus 2021.
• Mulai Laksanakan PTM Terbatas di Kelas, SMPN 10 Pontianak Berlakukan Sistem Urutan Absen
Menurut Suhadaniah pihaknya memang telah mempersiapkan sarana prasana prokes untuk PTM.
“Karena memang sudah kita persiapkan sebelumnya, kita telah mendapat surat edaran Dinas Pendidikan,” katanya.
Suhadaniah mengungkapkan pembelajaran tatap muka merupakan hal penting sehingga memerlukan persiapan matang.
“Sehingga saya berkoordinasi dengan guru-guru untuk melakukan segala persiapan. Kami lakukan rapat dan penyususn SOP pelaksanaannya seperti apa. Kita susun pada tanggal 18 Agustus 2021,” ujarnya.
Sebelum memulai PTM pihaknya melakukan pembersihan sekolah, mengadakan alat pengecek suhu, handsanitizer, serta tempat cuci tangan.
“Setelah semua itu siap maka kita putuskan untuk memulai PTM pada tanggal 23 Agustus 2021,” tuturnya.
Pada minggu pertama PTM ini, imbuh Suhadaniah, pihaknya memberikan pembelajaran mudah berupa pengenalan terlebih dahulu.
“Sifatnya masih perkenalan, menanyakan kabar kepada masing-masing murid. Karena rata-rata wali kelas memang baru bertemu dengan muridnya,” katanya.
• Besok MAN 1 Pontianak akan Mulai Melakukan Pembelajaran Tatap Muka
Suhadaniah mengatakan dari total 521 murid di SDN 03 Pontianak Kota, hanya sekitar 15 murid yang belum bisa mengikuti PTM.
Beberapa wali siswa yang belum setuju itu, ujar Suhadaniah, rata-rata beralasan karena belum yakin terhadap pihak sekolah apakah bisa menerapkan PTM dengan aman sesuai prokes.
“Beberapa alasan lain yaitu ada orang tua murid yang mengaku anaknya mempunyai imun yang lemah, gampang sakit. Sehingga mereka memutuskan belum mau mengikutkan anaknya melaksanakan PTM,” tuturnya. (*)
(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)