Besok MAN 1 Pontianak akan Mulai Melakukan Pembelajaran Tatap Muka
Kepala MAN 1 Pontianak, Drs. H. Razali, M.Pd. menjelaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak telah memberikan instruksi PTM.
Penulis: Viqri Rahmad Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - MAN 1 Pontianak masih memberlakukan pembelajaran secara daring. Kendati demikian, sekolah berencana akan memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai besok, Rabu 25 Agustus 2021.
Kepala MAN 1 Pontianak, Drs. H. Razali, M.Pd. menjelaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak telah memberikan instruksi PTM.
"Kita kan di bawah Kemenag, nah dari Kemenag Kota Pontianak sudah perintahkan dari Senin kemarin mulai PTM. Tapi sekolah kan beda-beda, ada yang baru mulai hari ini. Namun karena gedung MAN 1 sedang dibangun dan masih menumpang jadi mintanya mulai Rabu besok," jelasnya, kepada Tribun Pontianak, Selasa 24 Agustus 2021.
• Harisson Tegaskan Agar Sekolah yang Memulai Belajar Tatap Muka Terbatas Harus Disiplin Prokes
MAN 1 Pontianak yang hendak memulai PTM besok pun telah mempersiapkan segala keperluan.
"Hasil rapat terakhir kemarin kami mulainya besok. kami akan menumpang di IKIP PGRI Pontianak. Kami sudah sewa untuk 10 bulan, Maret sampai Desember. Karena Desember harusnya pembangunan gedung MAN 1 sudah selesai," ungkapnya.
Demikian pula untuk PTM mendatang, MAN 1 Pontianak akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.
(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)
"Pembelajaran secara tatap-muka tentunya akan tetap menjaga prokes. Kami akan menyiapkan hand sanitizer di setiap meja siswa," tuturnya.
Di samping itu, ia juga menjelaskan bahwa hampir semua guru telah menerima vaksin dosis kedua.
"Hampir semua guru telah menerima vaksin dosis kedua. Adapun yang belum hanya tersisa lima orang karena faktor kesehatan. Jadi sekira 90% telah menerima vaksin," tuturnya.
Demikian pula, MAN 1 Pontianak telah memfasilitasi siswanya untuk melakukan vaksinasi.
"Kesehatan anak-anak sangat penting. Pada Senin 16 Agustus 2021 kemarin kami telah melaksanakan vaksinasi untuk siswa kelas 12 di IKIP PGRI. Kita belum bisa semuanya karena harus ada izin orang tua. Di samping itu, ada yang belum bisa vaksinasi karena di antaranya sudah terpapar atau penyakit lain. Untuk kelas 10-11 kami masih menunggu," terangnya.
Selama pembelajaran secara daring, dirinya mengaku bahwa terdapat sedikit kendala.
"Kendala selama daring ada di pengontrolan orang tua terhadap anak. Anak ada yang berbohong bilang sudah belajar padaha tidak ada. Itu murni pengawasan orang tua," jelasnya.
• Dorong Optimalisasi PAD, Pemkot dan DPRD Pontianak Sepakati Raperda
Kemudian saat penerapan pembelajaran daring, sekolah juga memberikan dukungan kepada guru dan juga siswa.