Pola Hidup Sehat
CIRI - CIRI Kanker Rahim, Apa Penyebab Kanker Rahim & Obat Kanker Rahim?
Penting bagimu untuk mengenali tanda-tanda awal kanker rahim agar penyakit ini dapat terdeteksi sedini mungkin.
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Kanker uterus atau kanker rahim adalah tumor ganas yang tumbuh di rahim.
Kanker rahim menjadi salah satu penyakit yang ditakuti oleh kaum hawa karena kesuburan dan nyawa menjadi taruhannya.
Kanker rahim bermula ketika sel-sel sehat di dalam rahim tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor atau benjolan.
Tumor tersebut bisa bersifat jinak atau ganas.
Pada kanker rahim, tumor bisa membesar dan menyebar ke organ tubuh lain.
• GEJALA Kanker Otak Stadium Awal, Kanker Otak Stadium 1 Tumor Tumbuh Berkembang Lambat
Kenali Ciri - ciri Kanker Rahim
Penting bagimu untuk mengenali tanda-tanda awal kanker rahim agar penyakit ini dapat terdeteksi sedini mungkin.
Dilansir dari alodokter.com, berikut ini adalah 5 gejala yang merupakan tanda awal kanker rahim:
1. Perdarahan abnormal
Tanda awal kanker rahim yang paling sering dialami oleh wanita adalah pendarahan vagina yang tidak normal atau berkepanjangan.
Contohnya, pendarahan setelah menopause, di antara siklus menstruasi, dan perdarahan setelah berhubungan seks.
2. Keputihan berbau
Keputihan yang normal umumnya berwarna jernih, tidak berbau, dan jumlahnya tidak berlebihan.
Munculnya keputihan yang berwarna merah muda atau cokelat, mengandung darah, atau disertai bau busuk bisa menjadi pertanda adanya masalah atau gangguan pada sistem reproduksi termasuk kanker rahim.
• INILAH GEJALA Kanker Usus, Diantaranya Berat Badan Berkurang
3. Nyeri saat berhubungan seksual
Tanda kanker rahim berikutnya adalah munculnya rasa sakit saat berhubungan seksual.
Biasanya nyeri ini akan diikuti dengan pendarahan setelah berhubungan seksual.
4. Nyeri panggul
Nyeri panggul juga bisa menjadi gejala kanker rahim.
Nyeri panggul yang merupakan tanda kanker rahim biasanya disertai dengan munculnya rasa sakit pada perut bagian bawah pusar.
Nyeri yang dirasakan bisa muncul terus-menerus atau dan hilang-timbul.
5. Nyeri saat buang air kecil
Meski ini jarang terjadi, nyeri saat buang air kecil juga bisa menjadi tanda kanker rahim.
Rasa nyeri ini bisa muncul akibat pertumbuhan sel kanker yang menekan kandung kemih dan saluran kemih.
Selain gejala-gejala di atas, hal lain yang bisa menjadi pertanda kanker rahim adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara tiba-tiba, rasa lelah yang tidak diketahui penyebabnya, nyeri punggung, nyeri kaki, hingga pembengkakan pada kaki.
• Berjalan Kaki Dapat Mencegah Penyakit Kanker Usus Kanker Payudara & Diabetes, Ini Penjelasannya !
Stadium Pada Kanker Rahim
Setelah tes kesehatan, dokter dapat menentukan stadium kanker yang dimiliki.
Lebih jelasnya, penentuan stadium kanker rahim adalah:
Stadium 1: sel kanker hanya ada pada rahim.
Stadium 2: sel kanker telah menyebar ke leher rahim.
Stadium 3: sel kanker telah menyebar ke vagina, ovarium, dan atau kelenjar getah bening.
Stadium 4: sel kanker telah menyebar ke kandung kemih, rektum, atau organ yang terletak jauh dari rahim, seperti paru-paru atau tulang.
Penyebab Kanker Rahim
Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun bersifat multifaktorial, salah satu faktor resikonya adalah usia lanjut (50-65 tahun), diiringi dengan penggunaan terapi hormonal pengganti untuk mengatasi gejala menopause, kemudian obesitas dan nuliparitas.
• GEJALA Kanker Prostat Pada Usia Muda, Diantaranya Sering Buang Air Pada Malam Hari
Meski penyebab pasti kanker endometrium atau kanker rahim belum teridentifikasi, dokter telah menjelaskan beberapa faktor risiko, yang mencakup:
- Umur
Wanita yang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker endometrium.
- Diabetes
Kanker endometrium lebih sering terjadi pada wanita penderita diabetes.
- Pola makan & olahraga
Pola makan dengan banyak lemak dan kurang olahraga meningkatkan risiko terkena kanker endometrium.
- Riwayat keluarga
Wanita dengan kanker endometrium biasanya memiliki keluarga dengan kondisi yang sama.
- Terapi radiasi
Jenis terapi ini merusak jaringan, yang dapat berakibat pada perkembangan kanker jenis lainnya termasuk kanker endometrium
- Hiperplasia endometrium
Kondisi ini digambarkan sebagai peningkatan pertumbuhan endometrium.
Seringnya, hyperplasia endometrium akan menghilang dengan sendirirnya, namun terdapat kasus di mana kondisi ini mengakibatkan pembentukan kanker.
- Kehamilan
Kasus kanker endometrium lebih rendah terjadi pada wanita yang ltelah hamil beberapa kali ketimbang wanita yang belum pernah hamil
- Obesitas
Kondisi ini dapat menyebabkan kelebidan produksi estrogen, yang dapat menyebabkan perkembangan kanker endometrium.
- Tumor ovarium
Kondisi ini juga meningkatkan produksi estrogen, yang diduga menjadi salah satu penyebab kanker endometrium.
- Sindrom ovarium polikistik
Kondisi ini menyebabkan kadar hormon menjadi tidak normal, seperti estrogen yang lebih tinggi
- Kanker ovarium dan payudara
Jenis kanker ini meningkatkan risiko terbentuknya kanker endometrium.
Pencegahan Kanker Rahim
Pencegahan dapat dilakukan dengan pola hidup sehat, tidak menggunakan obat-obatan yang mempengaruhi hormonal dan menghindari paparan radiasi.
Selain itu juga, sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan ginekologi.
Pengobatan Kanker Rahim
Pengobatan kanker rahim tergantung kepada jenis dan ukuran kanker, stadium kanker, keinginan untuk memiliki keturunan, dan kondisi pasien secara keseluruhan.
Dilansir dari alodokter.com, berikut metode penanganannya antara lain:
- Histerektomi
Histerektomi atau bedah pengangkatan rahim merupakan metode penanganan kanker rahim yang paling sering dilakukan.
Tindakan ini bertujuan untuk mengangkat rahim, indung telur, dan tuba falopi atau saluran indung telur.
Histerektomi bisa dilakukan dengan membuat sayatan besar atau sayatan kecil (sebesar lubang kunci).
Operasi dengan sayatan sebesar lubang kunci ini disebut dengan laparoskopi.
- Radioterapi
Radioterapi atau terapi radiasi merupakan terapi yang dilakukan untuk membunuh sel kanker menggunakan radiasi.
Radioterapi bisa dilakukan dengan menembakkan sinar khusus ke area kanker di rahim, atau dengan memasukkan alat penghantar radiasi ke dalam rahim.
Radioterapi dapat dilakukan untuk mengecilkan sel kanker yang akan diangkat, atau untuk mengurangi risiko sel kanker tumbuh kembali setelah operasi pengangkatan rahim.
Radioterapi juga dilakukan pada pasien yang kondisinya tidak memungkinkan untuk menjalani operasi.
- Kemoterapi
Kemoterapi adalah pemberian satu atau beberapa jenis obat untuk membunuh sel kanker.
Pemberian obat dapat dilakukan sebelum operasi, untuk mengecilkan jaringan kanker yang akan diangkat.
Kemoterapi juga bisa dilakukan setelah operasi pengangkatan rahim, bila risiko kambuhnya kanker cukup tinggi
Kemoterapi dapat diberikan melalui obat minum atau suntik.
Metode ini bisa dikombinasikan dengan terapi hormon untuk memaksimalkan pengobatan.
- Terapi hormon
Terapi hormon adalah pemberian obat untuk menurunkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh.
Tujuan pemberian obat ini adalah untuk membunuh sel kanker yang pertumbuhannya dipengaruhi hormon estrogen.
Terapi hormon sering menjadi pilihan untuk menyembuhkan kanker endometrium yang telah menyebar ke luar rahim, atau kambuh kembali setelah diobati.
- Komplikasi Kanker Rahim
Bila tidak segera ditangani, perdarahan berlebihan akibat kanker rahim bisa memicu anemia.
Gejalanya antara lain tubuh mudah lelah, sakit kepala, hingga sesak napas.
Komplikasi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi, sambil menjalani pengobatan kanker rahim.
Bagi penderita kanker rahim yang menjalani histerektomi, komplikasi yang dapat terjadi adalah hilangnya kemungkinan untuk hamil lagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ciri-ciri-kanker-rahim-apa-penyebab-kanker-rahim-obat-kanker-rahim.jpg)