Breaking News:

Angka Kemiskinan Meningkat Jadi Pertimbangan Satono-Rofi Luncurkan Prosesar

"Angka kemiskinan di mana-mana bertambah, termasuk di Kabupaten Sambas. Selain itu total masyarakat Sambas yang bekerja di Malaysia itu datanya ada 23

TRIBUNPONTIANAK/M WAWAN GUNAWAN
Bupati Sambas, Satono dan Wakil Bupati Sambas Fahrurrofi saat melaunching program sehat Satono-Rofi di RSUD Sambas, Selasa 17 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas, Satono menyampaikan alasan dan pertimbangan mengapa penting bagi mereka melaunching program berobat gratis untuk pasie kelas III di Kabupaten Sambas.

Kata dia, selain menjadi janji dan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sambas. Dia menuturkan, Program Sehat Satono-Rofi (Prosesar) yang dilaunching di RSUD Sambas itu juga karena pertimbangan angka kemiskinan di Kabupaten Sambas.

Dia katakan, saat ini angka kemiskinan secara simultan di Kabupaten Sambas meningkat sebagai akibat dari pandemi Covid-19.

"Angka kemiskinan di mana-mana bertambah, termasuk di Kabupaten Sambas. Selain itu total masyarakat Sambas yang bekerja di Malaysia itu datanya ada 23 ribu, tapi setelah mereka pulang ternyata lebih dari 23 ribu," ujarnya, Selasa 17 Agustus 2021.

Setelah Launching, Pelayanan Berobat Gratis di Sambas Langsung Mulai

"Dan karena mereka pulang dari Malaysia, mereka tidak ada kerja, maka menganggur secara otomatis akan meningkatkan angka kemiskinan di Kabupaten Sambas," katanya.

Karena itu kata dia, dirinya dan Wakil Bupati Fahrurrofi khawatir jika masyarakat yang belum tercover oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/KIS) nantinya tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak karena tidak punya uang. Sehingga mesti ada solusi, dan diluncurkan program Prosesar.

Disisi lain kata dia, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas juga mengalami kontraksi. Sehingga otomatis perekenomian di Kabupaten Sambas berjalan cukup lambat, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Laju pertumbuhan ekonomi kita juga mengalami kontraksi 0,2 persen, minus. Dan otomatis hanya pertanian, perkebunan dan kelautan yang tumbuh," katanya.

"Karenanya, dengan program ini kami benar-benar ingin masyarakat Sambas merdeka, terutama dalam bidang kesehatan. Untuk tahun pertama ini kita siapkan untuk tiga rumah sakit di Kabupaten Sambas," tuturnya.

Oleh karenanya, dia berharap agar program ini bisa membantu masyarakat Kabupaten Sambas. Dan bisa meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Sambas.

"Mudah-mudahan dengan adanya program seperti ini bisa membantu masyarakat kita yang kurang mampu dalam hal mendapatkan pelayanan kesehatan. Kedepan mudah-mudahan program ini bisa makin di rasakan oleh masyarakat Sambas," katanya.

Selanjutnya ungkap Bupati, mereka juga berencana menambah pelayanan ke 11 Puskesmas rawat inap di Kabupaten Sambas. Untuk mendekatkan program kesehatan gratis ini kepada masyarakat.

"Kedepan akan kita perluas ke 11 Puskesmas yang ada pelayanan rawat inap di Kabupaten Sambas," tutup Satono. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved