Breaking News:

Bupati Ungkap Penyebab Sambas Masuk Zona Merah, Satono: Selain BOR Juga Jalur Masuk PMI

Satono mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sambas telah menampung dan menyediakan tempat karantina bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sambas, H Satono. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Terkait penetapan status zona merah dan penerapan PPKM level 4 di Kabupaten Sambas, Bupati Sambas, Satono mengatakan selain Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit penuh.

Kabupaten Sambas juga adalah wilayah perbatasan dan perlintasan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai daerah.

"Sesuai prosedurnya, bagi siapapun yang masuk ke Indonesia, melalui pintu perbatasan harus bebas Covid-19. Karena kita punya perbatasan, jadi PMI yang melintas itu bukan hanya orang Sambas. Banyak juga dari NTB, Sulawesi. Pulau Jawa dan luar Kabupaten Sambas," ujarnya, Kamis 5 Agustus 2021.

Satono mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sambas telah menampung dan menyediakan tempat karantina bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi PMI di Malaysia.

Karena itu adalah bentuk rasa kemanusiaan dan tanggungjawab pemerintah kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sambas Tinjau RSUD Sambas

"Mereka sebelum kembali ke kampung halaman, di karantina dulu, sebelum masuk karantina di swab, dan hasilnya tidak langsung keluar, dikirim dulu ke Pontianak berapa hari baru keluar. Jadi mereka di karantina di sini," katanya.

"Tapi inilah bentuk kepedulian kita kepada seluruh WNI. Semoga apa yang kita lakukan diridhai Allah SWT," sambungnya.

Lebih lanjut kata dia, karena status zona merah ini Satono berpesan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan tubuh dengan menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, dia juga mengajak masyarakat berdoa kepada Allah SWT agar Sambas bisa keluar dari zona merah.

"Ingat prokes 5M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas yang tidak perlu," katanya.

"Ikhtiar prokes ini jangan lengah sembari berdoa kepada Allah SWT. Tanpa campur tangan Allah SWT, kita tidak akan mampu," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved