Breaking News:

Peringati Hari Anak Nasional, Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Ajak Berempati Pada Anak Terdampak Pandemi

Edi Kamtono mengajak para orang tua dan siapapun untuk berempati terhadap anak-anak yang terdampak pandemi Covid-19. “Misalnya kalau mereka menjadi ya

Editor: Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak memperingati Hari Anak Nasional secara virtual yang difasilitasi oleh RRI Pro 2 FM di Ruang Pontive Centre Diskominfo Kota Pontianak, Senin 26 Juli 2021.

Kegiatan Hari Anak Nasional yang diadakan secara virtual diikuti oleh Direktur Produksi dan Program RRI, Sulaiman. Selain itu diikuti juga oleh psikolog untuk memberikan inspirasi terutama bagi orang tua bagaimana memberikan hak-hak anak.

“Terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Terutama kita bisa menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman serta menyenangkan bagi anak-anak,” kata Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Edi Kamtono mengajak para orang tua dan siapapun untuk berempati terhadap anak-anak yang terdampak pandemi Covid-19.

“Misalnya kalau mereka menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal karena covid,” katanya

Selain itu, kata Edi, bagi anak-anak yang orang tuanya bergejala dan dirawat di rumah sakit bagaimana kita berpartisipasi untuk melindunginya.

“Ketiga, yang melakukan isoman di rumah, sekeluarga, anak-anak ini kan yang lemah.. Dalam hal ini sehingga lingkungan juga ikut peduli terhadap anak-anak ini,” ujarnya.

Edi Rusdi Kamtono Sebut Terjadi Penurunan Kasus COVID-19 Sebesar 25 Persen Selama PPKM di Pontianak

Menurut Edi, banyak tantangan yang dihadapi anak-anak di masa pandemi, terutama pembatasan kegiatan secara sosial maupun pendidikan.

“Mereka tidak bisa melakukan pembelajaran tatap muka. Kan kita tidak melakukan pendidikan tatap muka selama 1 tahun 7 bulan ini,” ucapnya.

Hal tersebut berdampak terhadap psikologis anak dan terhadap kejiwaan anak bahkan terhadap perilaku anak. “Ini perlu dewan survei kira-kira dampak-dampak negatif terhadap perkembangan anak ini yang harus kita perhatikan,” katanya.

Tidak hanya itu, dampak besar terhadap anak-anak juga berkaitan dengan pembatasan aktivitas sosialnya. “Kejenuhannya karena harus di rumah, harus dibatasi dan sebagainya. Mereka tidak bisa melakukan aktifitas di luar dari lingkungan apalagi yang PPKM sekarang ini akan jadi dampaknya pasti akan besar,” katanya.

Masalah besar yang mengancam anak-anak di Kota Pontianak adalah angka putus sekolah. Melihat kondisi pandemi ini, Edi tidak menampik hal tersebut. “Ada memang harus putus putus sekolah. “Mereka terlanjur tidak sekolah, jadi terlanjur nyaman dengan kebiasaan yang tadinya paginya biasanya mandi untuk sekolah, jadi sekarang mungkin bangunnya bisa dibalik malam mereka main game siangnya tidur dari pagi sampai sore,” katanya.

Melihat permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Pontianak menjadikan PR supaya anak-anak bisa melanjutkan pendidikan jangan sampai terjadi putus sekolah.

“Untuk data angka putus sekolah saya belum dapatkan datanya. Saya minta diknas untuk disurvei atau dicek berapa persen anak yang putus sekolah akibat pandemi,” katanya. (mg)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved