Breaking News:

Edi Rusdi Kamtono Sebut Terjadi Penurunan Kasus COVID-19 Sebesar 25 Persen Selama PPKM di Pontianak

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa efektivitas dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat ini y

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sejumlah ruas jalan di Pontianak tampak masih dilakukan penyekatan menuju arah jalan Pahlawan simpang Garuda Pontianak Kalimantan Barat, Minggu 25 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa efektivitas dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat ini yang kini berubah menjadi PPKM level empat lantaran Pontianak masuk zona merah terdapat penurunan penularan Covid-19, Minggu 26 Juli 2021.

Edi menyebut, jika sebelumnya angka ketertularan covid-19 setiap harinya di Kota Pontianak mencapai angka 400 orang yang terkonfirmasi positif covid-19.

Namun kini sudah berada di angka 100 orang. Hal tersebut, menunjukkan adanya penurunan sekitar 25 persen dari sebelumnya.

"Ada penurunan sekitar 25 persen dari tingkat ketertularan per hari. Biasanya 400, sekarang sudah diatas 100, sudah turun," kata Edi Rusdi Kamtono.

Pontianak Masih PPKM Level Empat, Edi Kamtono Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Edi pun berharap agar kasus covid-19 terus menurun. Sehingga Kota Pontianak bisa keluar dari zona merah. Sebagaimana menurutnya, jika Kota Pontianak bisa keluar dari zona merah, tentu bisa juga merubah level katagori PPKM yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Mudah-mudahan kasus covid-19 turun beberapa hari ini, sehingga bisa berubah level," ucap Edi Rusdi Kamtono.

Kemudian lanjut Edi, pihaknya pun memahami tentang kondisi masyarakat maupun pelaku usaha dari dampak pandemi covid-19 maupun PPKM yang diterapkan, akan tetapi kebijakan tersebut diambil sebagai salah satu langkah untuk menekan angka penyeberan covid-19. Sehingga diperlukan kerja sama dari semua pihak untuk bersama-sama menekan angka penyeberan covid-19.

Edi mengajak agar seluruh masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Sebenarnya kuncinya Prokes. Kalau kita disiplin Prokes, enggak ada kerumunan, semuanya bisa beraktifitas dan saling menjaga. Tapi kenyataannya masyarakat, sehingga mobilitas masyarakat harus dibatasi," katanya.

Terkait keputusan apakah PPKM level empat akan diperpanjang, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat pada Senin 26 Juli 2021. Pihaknya pun tak henti-hentinya terus memberikan pemahaman tentang kebijakan yang diambil.

"Untuk tempat usaha, warung kopi dan toko-toko nanti kita akan berikan kelonggaran, tapi dengan Prokes ketat, 25 persen dari kapasitas yang ada dan mereka harus mendukung. Karena kalau kasus covid-19 melonjak, bisa akan tutup lagi," lanjutnya. (*)

(Update Informasi Seputar Kalimantan Barat)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved