Breaking News:

PPKM di Pontianak Masuk Level Empat, Dewan Sarankan Kebijakan yang Diambil Berjalan Seimbang

Setelah PPKM ini dilakukan selama 14 hari, kini menetapkan PPKM level 4, lalu bagaimana teknisnya dan cara evaluasinya seperti apa

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUN PONTIANAK/ YOUTUBE
PPKM level 4 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak Kalimantan Barat masuk katagori PPKM Level Empat lantaran masih zona merah penularan Covid-19.

Sebagaimana hal tersebut berdasarkan instruksi Mendagri nomor 23 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Kalbar nomor 185 tahun 2021.

Sebelumnya Kota Pontianak telah menerapkan PPKM Darurat sejak 12 Juli hingga 20 Juli 2021 dan diperpanjang, serta berubah menjadi PPKM level empat sejak 21 Juli sampai 25 Juni 2021 mendatang.

Dengan adanya kebijakan tersebut, Anggota DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar menyampaikan, bahwa pihaknya mendukung PPKM tersebut lantaran masuk zona merah, namun pihaknya mempertanyakan hal tersebut.

Sutarmidji Umumkan Kota Pontianak dan Singkawang akan Terapkan PPKM Level 4

"Meskipun demikian, kami mempertanyakan cara menghitungnya zona merah ini seperti apa. Setelah PPKM ini dilakukan selama 14 hari, kini menetapkan PPKM level 4, lalu bagaimana teknisnya dan cara evaluasinya seperti apa. Maka kami pertanyakan evaluasi terhadap PPKM Darurat ini seperti apa," ungkap Ketua Fraksi Amanat Keadilan Bangsa (AKB) DPRD Kota Pontianak, Rabu 21 Juli 2021.

Hal tersebut disampaikannya, lantaran kebijakan PPKM ini menyangkut orang banyak dan tidak hanya di bidang perkeonomian saja, akan tetapi soal penanganan kesehatan juga harus lebih ditingkatkan dengan baik.

"Yang menangani di rumah sakit dan keamanan apakah punya kendala, kita pengen tau juga, lalu bagaimana suplai obat di Puskesmas, apa yang menjadi kendala dari kejadian ini," ungkapnya.

Menurutnya, bukan hanya disuguhkan dan apalagi mengikuti kebijakan seperti di Jakarta, lantaran beda tempat, tentu dikatakannya berbeda juga kasus yang terjadi.

"Makanya kita lihat evaluasinya itu, mestinya begitu. Mestinya ada evaluasi yang perlu kami dengar dari Pemerintah.
Karena masyarakat pasti mendukung apabila memang perlu penjelasan yang sangat tepat. Tetapi bagaimana keseimbangan antara kegiatan kesehatan yang sudah terjadi ditangani ini dengan sebaik-baiknya, tetapi ekonomi juga ditangani dan dipikirkan dengan baik, sehingga duaduanya berjalan," jelasnya.

Ia menegaskan, agar jangan sampai ada sisi ekonomi tidak berjalan, lantaran masyarakat memerlukan kebutuhan seperti makanan sehari-hari yang terdampak oleh pandemi covid-19 terkhusus PPKM Darurat yang diberlakukan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved