Breaking News:

Petugas Gabungan Periksa WNA Asal Afrika Selatan dan ABK Kapal Kandas di Paloh Sambas

"Sudah kami lakukan pemeriksaan terhadap kapal pesiar orang asing yang terdampar di Paloh, pada tanggal 15 Juli 2021 sekira jam 13:30-18:00 WIB," ujar

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Polres Sambas saat melaksanakan evakuasi terhadap Kapal Madimoo milik WNA asal Afrika Selatan, yang kandas di perairan Paloh, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kapolres Sambas AKBP Robertus B Herry Ananto Pratiknyo mengatakan jika kemarin mereka dan tim gabungan sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua Anak Buah Kapal (ABK) yang kandas di perairan Paloh, Kabupaten Sambas.

Diungkapkan dia, peristiwa kandasnya kapal pesiar milik warga Afrika Selatan itu terjadi pada 13 Juli kemarin. Kata dia, ada sebuah kapal pesiar yang kandas di muara sungai Paloh, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

"Sudah kami lakukan pemeriksaan terhadap kapal pesiar orang asing yang terdampar di Paloh, pada tanggal 15 Juli 2021 sekira jam 13:30-18:00 WIB," ujarnya, Jumat 16 Juli 2021.

Dia ungkapkan, pemeriksaan itu meliputi berbagai komponen. Seperti imigrasi, Bea Cukai Sintete, KKP Sintete, Satpolair Polres Sambas dan lain-lain.

Kapal Warga Negara Afrika Selatan Kandas di Pantai Paloh Sambas, Berikut Penjelasan Kapolres

Kata Kapolres, kapal yang kandas itu adalah kapal dengan nama Madimoo, dengan jenis Layar Catamaran. Dengan memiliki panjang 12,8 meter, dan lebar 9,5 meter.

Kapal itu mengangkut dua orang Anak Buah Kapal (ABK). Kata Kapolres, itu adalah kapal milik Kenneth Harold Gordon (72) yang merupakan warga negara Afrika Selatan dan Azlan Bin Mohd Jusuh warga negara Malaysia.

Anggota Polres Sambas saat melaksanakan evakuasi terhadap Kapal Madimoo milik WNA asal Afrika Selatan, yang kandas di perairan Paloh, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Anggota Polres Sambas saat melaksanakan evakuasi terhadap Kapal Madimoo milik WNA asal Afrika Selatan, yang kandas di perairan Paloh, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

"Kegiatan pengecekan ini meliputi pengambilan keterangan boleh Imigrasi dan Bea Cukai Sintete, pemeriksaan dokumen orang dan kapal, penggeledahan, pengecekan kesehatan dan koordinasi masalah pemulangan orang," katanya.

"Untuk hasil pemeriksaan dokumen dan interogasi terhadap orang asing tersebut bahwa mereka memasuki perairan Indonesia dikarnakan keadaan darurat bukan dikarnakan kesengajaan," ungkapnya.

Dan dari hasil pemeriksaan Kapal Pesiar tersebut kata Kapolres, tidak di ketumakan barang-barang yang mencurigakan atau barang-barang ilegal dan berbahaya. Keduanya juga dinyatakan sehat setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Saat ini untuk kapal Pesiar mengalami kerusakan di bagian layar, kemudi dan kipas yang cukup parah sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pelayaran. Karenanya kapal itu akan di tarik menggunakan Kapal Tunda untuk mengevakuasinya ke pelabuhan yang ada perlengkapan perbaikan Kapal Pesiar. Dan yang terdekat yakni Pelabuhan Serawak Malaysia," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved