BREAKING NEWS - Seorang Pedagang Cabe di Sintang Ditemukan Meninggal Dunia di Ruko
Anggota Polsek Sintang Kota, mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan identifikasi dan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi pen
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Warga Jalan Suka Maju, Rt 011, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang, dikejutkan dengan penemuan jasad pria yang diketahui bernama Tjong Miau Tet (46), pasa Minggu, 11 Juli 2021 sekitar pukul 03.30 WIB.
Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Mayat laki-laki itu, berasal dari Kota Singkawang, namun beralamat di Sintang.
Anggota Polsek Sintang Kota, mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan identifikasi dan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi penemuan jasad.
• Pemkab Sintang Berduka, Kadis Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sintang Henri Harahap Tutup Usia
"Korban meninggal dunia yang ditemukan, diketahui bernama Tjong Miau Tet (46) warga Masuka Dua RT 011, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang," kata Kapolres Sintang AKBP Ventie Bernard Musak, melalui Kapolsek Sintang Kota Iptu Sutikno.
Menurut Kapolsek, Tjong Miau Tet diketahui berprofesi sebagai pengepul cabe di Pasar Masuka. Di Sintang, dia tinggal di ruko miliknya.
Mayat Tjong Miau Tet pertama kali ditemukan oleh Saifuddin, seorang penarik becak.
Pagi itu Saifuddin mendatangi rumah Tjong Miau Tet. Setibanya di rumah, saksi menggedor pintu, tapi tak ada jawaban.
"Menurut keterangan saksi, saksi ada menyimpan kunci rumah korban kemudian saksi membuka pintu rumah korban," ungkap Sutikno.
Saat pintu ruko terbuka, rumah dalam keadaan gelap. Saifuddin memanggil nama Tjong Miau Tet untuk membangunkannya namun tak ada jawaban.
"Saksi kemudian menyalakan lampu penerangan dan melihat korban terbaring dengan posisi telungkup dan terdapat darah di lantai," ujar Sutikno.
• Lansia Banyak Meninggal Terpapar Covid-19 di Sintang, Tapi Vaksinasi Rendah
Saifuddin lalu bergegas keluar rumah dan membangunkan Martinus. Keduanya lalu melihat pergelangan tangan sebelah kiri terdapat sayatan bagian urat nadi dan ditemukan sebilah pisau di samping korban.
Kedua saksi lantas melaporkan kejadian tersebut ke polsek sintang kota pukul 04.30 wib. Petugas penjagaan Polsek bersama anggota unit Reskrim mendatangi TKP dan di TKP benar ditemukan korban sudah telah meninggal.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan dalam tubuh korban. Korban tidak memiliki keluarga di Sintang, jenazah kami serahkan kepihak yayasan gotong royong untuk pemakaman," ujar Sutikno. (*)
(Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang)