Lansia Banyak Meninggal Terpapar Covid-19 di Sintang, Tapi Vaksinasi Rendah
Kecamatan Sintang, tercatat angka kematian dan kasus konfirmasi paling tinggi. Dari 163 kasus kematian 74 di antaranya warga Sintang.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Ridwan Tony Pane mengungkapkan jika 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang sudah terpapar covid-19. Hingga saat ini, spesimen yang sudah diperiksa sebanyak 12. 468 orang.
"Positif 2. 474 orang. Sembuh 2. 287 dan meninggal 163 orang. Yang sedang dirawat saat ini ada 44 orang yang tersebar di rusun rumah sakit, gedung diklat dan isolasi mandiri di rumah," ungkap Ridwan saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Asistensi dari Polda Kalimantan Barat terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kabupaten Sintang pada Jumat, 9 Juli 2021.
Kecamatan Sintang, tercatat angka kematian dan kasus konfirmasi paling tinggi. Dari 163 kasus kematian 74 di antaranya warga Sintang.
"Kecamatan Sintang tertinggi dengan 74 kematian, disusul Kecamatan Dedai dan Sepauk. Dalam hal terkonfirmasi, Kecamatan Sintang juga tertinggi dengan angka 1. 875 orang, kemudian Sungai Tebelian dan Sepauk," ujar Ridwan.
• Kabid Humas Polda Kalbar Cek Keaktifan Satgas Penanganan Covid-19 Sintang
Pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 lebih banyak perempuan disemua kelompok umur. Tetapi yang meninggal justru pria yang lebih banyak. Usia produktif 20 sampai 40 tahun yang paling banyak terkena covid-19. Sementara yang meninggal banyak diusia lansia. Sementara persentase vaksinasi untuk lansia sangat rendah.
Selain itu, saat ini dari 14 kecamatan tidak ada yang zona hijau. Yang ada zona kuning dan orange.
"Kami mohon bantuan semua tokoh untuk memberikan edukasi kepada kaum lansia untuk mau di vaksin. Vaksin untuk lansia, target kami 36. 789 orang, vaksin dosis pertama baru 8 persen, vaksin dosis kedua hanya 3,4 persen. Masih sangat jauh, padahal tingkat kematian paling tinggi dialami lansia,” harap Ridwan.
Sementara untuk vaksin untuk tenaga kesehatan hampir mencapai target. Untuk pelayan publik sudah mencapai 87 persen untuk dosis pertama dan 30 persen untuk dosis kedua. Vaksin masyarakat umum, sasaran 203. 872 orang, yang sudah vaksin dosis pertama baru 5 persen dan vaksin dosis kedua baru 0,2 persen.
"Padahal kami sudah melakukan jemput bola. Semua pusksesmas kami gerakan untuk melakukan jemput bola," tukasnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Sintang)