APA itu Long Covid? Penyebab dan Dampak yang Diberikan Pada Populasi Manusia?
Cutler mengungkap, saat ini sekitar setengah populasi AS kebal karena vaksinasi Covid-19, sehingga menghilangkan banyak kemungkinan tertular infeksi.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Akibat pandemi global ini sudah banyak nyawa yang tidak bisa terlolong baik dari sanak, keluarga, maupun tenaga kesehatan yang menjadi gugus terdepan Covid-19.
Sebagian Negara lain sudah mulai merayakan ‘kebebasannya’, tapi masih banyak Negara yang masih berjuang ‘melawan’ virus corona.
Belum lama ini, The Washington Post menemukan, bahwa kasus Covid-19 meningkat di tempat-tempat di mana tingkat vaksinasi Covid-19 masih rendah.
Padahal, vaksin yang tersedia terbukti sangat efektif dalam mencegah orang mengembangkan kasus Covid-19 yang parah.
[Update Informasi Lainnya Disini]
• Komorbid yang Tidak Boleh Vaksin Covid 19 Apa Saja ? Cek Orang yang Tidak Boleh Vaksin Corona
Hampir semua infeksi baru Covid-19 di Amerika Serikat yang mengakibatkan rawat inap terjadi pada orang-orang yang tidak divaksinasi.
Belum lagi, para ahli mengawasi penyebaran mutasi virus, seperti varian delta yang berasal dari India, yang terbukti lebih menular dan bisa menyebabkan gejala yang lebih parah.
Sementara negara-negara seperti Kanada, Israel, Inggris, dan Amerika Serikat mengatakan bahwa lebih dari setengah populasi mereka setidaknya telah mendapatkan satu dosis vaksin Covid-19, di India penduduk yang mendapatkan vaksinasi masih di bawah 20 persen.
Dr Tom Frieden, mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menulis di blognya 17 Juni lalu, bahwa varian delta sekarang telah menyebar di setidaknya 62 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan bahkan Indonesia.
Beberapa minggu yang lalu, varian delta menyumbang 2 persen dari kasus di Amerika Serikat, tetapi sekarang mencapai 6 persen dan akan terus berkembang pesat, terutama di wilayah negara dan kelompok demografis yang memiliki tingkat vaksinasi yang lebih rendah.
“Kabar baiknya adalah bahwa orang yang divaksinasi sepenuhnya, kemungkinan besar terlindungi dengan baik terhadap varian yang diidentifikasi sejauh ini, termasuk varian delta – terutama untuk mencegah gejala parah,” tulis Frieden.
• Antusias Masyarakat Untuk Vaksinasi Semakin Meningkat
Vaksin Covid-19 menurunkan risiko long covid hingga kematian
Penyebaran varian delta dan varian lainnya membuat para ahli khawatir, bahwa orang yang tidak divaksinasi dapat menularkan versi virus yang lebih kuat dan berbahaya dalam beberapa bulan mendatang.
Meskipun pasokan vaksin Covid-19 telah melampaui permintaan di Amerika Serikat, beberapa faktor tertentu terus meningkatkan kemungkinan orang yang tidak divaksinasi tertular virus corona dan mengembangkan kasus Covid-19 yang parah.
“Ini termasuk kelompok yang kurang beruntung dan orang-orang di kelas sosial ekonomi rendah, yang cenderung terinfeksi Covid-19 lebih sering daripada orang kulit putih atau orang Asia yang kaya,” kata Cutler.