Tes Genome Sequencing Varian Delta, Apa yang Harus Kita Lakukan Saat Curiga Terpapar Covid Baru?
aat curiga telah terpapar Covid-19, seringkali orang bingung harus memilih tes swab antigen atau PCR test. Apalagi di tengah kondisi kasus Covid-19 ya
Kendati demikian, dr Kiki mengatakan bahwa tes antigen atau swab antigen juga memiliki kekurangan.
"Misalnya virus sedang sangat aktif, maka (dengan tes antigen) itu bisa terdeteksi. Tapi hasilnya juga bisa false positif atau false negatif," papar dr Kiki.
• Apa Gejala Mata Kering Berkaitan dengan Covid-19 ?
Namun, saat hasilnya negatif, tetapi orang tersebut memiliki gejala Covid-19 yang dicurigai, seperti demam, anosmia dan gejala lainnya, maka gejala-gejala ini perlu dikonfirmasi dengan tes PCR.
"Memang tidak semua pasien dilakukan tes PCR, karena dari segi biaya mahal dan waktunya lama," imbuhnya.
Jadi, tes swab antigen atau PCR test yang harus dilakukan?
Dr Kiki mengatakan apabila merasakan pernah kontak erat dengan orang yang positif Covid-19, maka ia menyarankan agar melakukan isolasi mandiri.
• Sebelum Vaksin Covid-19, Ini Makanan yang Harus Kamu Konsumsi Agar Antibodi Tetap Terjaga
"Tapi kalau baru saja bertemu orang yang positif Covid-19, lalu langsung melakukan tes swab antigen, bisa saja hasilnya negatif," ungkap dr Kiki.
Hal ini bisa terjadi karena pada saat itu, paparan virus corona terhadap tubuh belum terbentuk.
Lebih lanjut dr Kiki menyarankan bahwa sebaiknya tes antigen dapat dilakukan setelah 5-7 hari berikutnya.
Sebab, masa inkubasi virus corona dalam tubuh berkisar antara 5-7 hari. Dr Kiki menjelaskan setelah masa inkubasi tersebut, maka barulah bisa dilakukan tes antigen.
"Kalau hasilnya negatif, tetapi ternyata muncul gejala-gejala, seperti demam, batuk-batuk kering, eugesia atau lidah tidak bisa merasakan makanan, atau anosmia, maka itu harus waspada dan perlu dikonfirmasi dengan PCR test," jelas dr Kiki. (*)