Buah Kemukus Mampu Melawan Kanker, Ini 6 Manfaat Ajaib Buah Kemukus

Kemukus sering dijual dalam bentuk buah kering yang masih memiliki tangkai, sehingga sering disebut sebagai merica berekor (tailed pepper).

Tayang:
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Buah Kemukus. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kemukus (Piper cubeba L.) adalah tanaman yang tergolong dalam genus Piper, yang ditanam untuk diambil buah dan minyak atsirinya.

Tanaman ini berasal dan banyak ditanam di Jawa dan Sumatra, sehingga disebut juga sebagai lada jawa atau cabe jawa ("Java pepper"), meskipun cabe jawa adalah nama bagi rempah lain (P. retrofractum dan P. longum) yang masih serupa.

Buah kemukus umumnya dipanen sebelum masak kemudian dikeringkan.

Dilansir dari wikipedia, Kemukus sering dijual dalam bentuk buah kering yang masih memiliki tangkai, sehingga sering disebut sebagai merica berekor (tailed pepper).

Biji kemukus berwarna putih, keras dan berminyak.

Buah kemukus kering digunakan sebagai bumbu rempah dalam masakan, terutama masakan Indonesia.

(UPDATE berita tentang kesehatan DISINI)

BUAH yang Bagus untuk Asam Lambung, Solusi Meredakan Asam Lambung Tanpa Minum Obat

Kegunaan lain adalah sebagai penguat rasa pada gin dan rokok.

Namun kegunaan penting kemukus adalah sebagai bahan farmakope dan sumber minyak atsiri (oleum cubebae).

Manfaat Buah Kemukus

Dilansir idnmedis.com, Seperti banyak pengobatan herbal lainnya, kemukus telah digunakan dan diyakini sejak berabad-abad silam sebagai tanaman obat yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

  • Mengatasi Impotensi

Kemukus juga memiliki kandungan afrodisiak yaitu zat yang memiliki efek untuk meningkatkan daya seksual.

Carvalho dkk. menyelidiki efek yang dihasilkan oleh senyawa cubebin dari biji kemukus yang telah dikeringkan pada kontraktilitas tikus percobaan.

Dari penelitian tersebut dilaporkan, bahwa cubebin menimbulkan relaksasi vaskular pada aorta tikus yang dimediasi oleh jalur pensinyalan oksida nitrat (NO) / guanosin siklik monofosfat (cGMP). Sehingga diduga dapat memicu peningkatan daya seksual.

MENCEGAH Bayi Terlahir Cacat, Ini 6 Manfaat Buah Pir untuk Ibu Hamil

  • Membantu Mengatasi Masalah Pernapasan Ringan

Pengobatan tradisional India (Ayurveda) mengenali sifat melarutkan lendir dari tanaman obat kuno ini.

Kemukus tetap aktif digunakan dalam Ayurveda hingga kini sebagai penekan batuk untuk bronkitis ringan, batuk yang mengganggu, dan umumnya untuk mengatasi gejala pernapasan.

Senyawa piperine, yang ditemukan pada kemukus, banyak digunakan dalam berbagai sirup obat batuk herbal karena sifat antitusif (menekan batuk) dan kemampuannya melegakan jalur pernapasan yang terbukti manjur.

Bahkan juga dapat dimanfaatkan untuk penderita asma.

Buah kemukus yang belum matang dan kering digunakan untuk pengobatan batuk, bronkitis, sinusitis, radang tenggorokan dan infeksi genito-kemih, pencernaan yang buruk dan disentri amuba.

BUAH-buahan Ini Obat Jitu Sembuhkan Batuk Pilek dan Flu

  • Melawan Parasit

Cubebin menunjukkan aktivitas menarik melawan Trypanosoma cruzi, parasit yang bertanggung jawab atas penyakit Chagas, penyakit protozoa yang menyerang sekitar 10 juta orang di Amerika Latin.

Ada penurunan jumlah parasit yang cukup besar pada hewan yang diobati dengan cubebin dibandingkan dengan kelompok yang tidak diobati.

Dibandingkan dengan kelompok yang diobati dengan benznidazol, kelompok yang diobati dengan lignan berhasil menunjukkan penurunan jumlah parasit yang lebih besar di semua organ yang dievaluasi.

Pemberian secara oral menunjukkan hasil yang lebih efektif.

  • Melawan Kanker

Manfaat cubebin untuk pengobatan kanker telah diamati oleh beberapa peneliti terhadap beberapa kasus kanker yang berbeda seperti, kanker paru, kanker tenggorokan / karsinoma nasofaring, leukemia menahun, kanker serviks dan kanker usus besar.

Cubebin yang terdapat dalam kemukus dilaporkan memiliki aktivitas yang sangat baik terhadap beberapa garis sel kanker diatas, tetapi kurang efektif terhadap garis sel kanker lain.

Pepaya dan Buah-buahan Ini Pelancar Haid, Obat Alami Bikin Haid Jadi Teratur

  • Meredakan Peradangan (Antiinflamasi)

Sebuah penelitian oleh Perrazzo et.al menunjukkan bahwa semua pecahan senyawa dari ekstrak kemukus yang diperoleh dengan pelarut organik yang berbeda, menunjukkan tingkat penghambatan proses pembengkakan (edema).

Pecahan dari senyawa metilen klorida menunjukkan aksi antiinflamasi yang terbaik.

Senyawa tersebut diduga adalah cubebin yang digambarkan sebagai agen anti-inflamasi.

Selain itu, lignan yang ditemukan pada kemukus juga dilaporkan menurunkan tingkat proses pembengkakan pada tikus.

Mekanisme kerja cubebin tersebut mirip dengan yang diamati pada kebanyakan obat antiinflamasi.

Karena efek anti-inflamasi, kemukus digunakan secara tradisional untuk mengobati infeksi saluran urogenital (radang ginjal, radang kandung kemih, infeksi ureter, prostat dan radang rahim).

Sehingga kerap digunakan untuk meredakan peradangan ringan pada saluran kemih.

  • Memperkuat Saluran Pencernaan

Kemukus juga digunakan untuk mengobati maag / tukak lambung atau beberapa kasus diare akut.

Kemukus meningkatkan aktivitas pencernaan dengan merangsang air liur dan produksi cairan lambung.

Baik buah kemukus ataupun minyak esensialnya dapat dimanfaatkan dan memiliki efek yang dapat melancarkan pembuangan urin hingga melancarkan pencernaan.

Kemukus sangat berpotensi dikonsumsi setelah makan makanan tinggi lemak dan sulit dicerna.

Digunakan sebagai obat alternatif, kemukus dapat membantu pasien dengan perut kembung yang parah dan gangguan pencernaan.

Efek Samping Kemukus

Kemukus menawarkan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh apabila dikonsumsi sesuai kebutuhan.

Karena segala sesuatu yang berlebihan dapat mengarah pada hal yang buruk.

Untuk menghindari efek samping negatif, hindari mengonsumsi kemukus lebih dari 10 gram per hari.

Efek samping yang kemungkinan dapat terjadi yaitu sakit kepala, gelisah, muntah, iritasi saluran kemih, sakit ginjal dan kandung kemih, diare dan ruam kulit.

Selain itu, sebaiknya kemukus tidak dikonsumsi oleh orang yang menderita kerusakan ginjal atau kondisi radang saluran pencernaan lainnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved