Breaking News:

Kapolresta Pontianak Tegaskan Penerapan PPKM Secara Ketat Sudah Final

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes. Pol. Leo Joko Triwibowo menyampaikan, bahwa kebijakan tersebut diambil sudah final untuk menekan angka penyeberan c

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Kapolresta Pontianak Kombespol Leo Joko Triwibowo 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemberlakuan pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara ketat di Kota Pontianak dimulai Senin 14 Juni 2021.

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes. Pol. Leo Joko Triwibowo menyampaikan, bahwa kebijakan tersebut diambil sudah final untuk menekan angka penyeberan covid-19 yang hingga kini terus terjadi lonjakan.

Terkhusus pada momen football piala Euro, dimana masyarakat kota Pontianak ataupun pencinta sepakbola biasa menyaksikan bersama atau nonton bareng secara langsung di warung kopi maupun cafe.

Untuk itu, Kapolresta menghimbau agar masyarakat bisa menyaksikan di rumah saja.

Asosiasi Warung Kopi Pontianak Minta Pemkot Pontianak Tinjau Kembali Kebijakan Pengetatan PPKM

"Kebijakan ini diambil untuk menekan angka penyeberan covid-19. Kami ambil momennya, apalagi ada bola piala Euro. Maka enggak bisa dikasi kelonggaran, karena keputusan ini sudah paten dan sudah final. Untuk masyarakat yang ingin menyaksikan sepak bola bisa di rumah saja dan dihimbau masyarakat agar di rumah saja," ungkapnya, Minggu 13 Juni 2021.

Selama lima hari sosialisasi tentang akan diterapkannya PPKM, Kapolresta Pontianak Kota menyampaikan, bahwa masyarakat taat terhadap himbauan satgas Covid-19.

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

Meskipun memang masih ada tempat usaha atau warung kopi yang tutup sampai pukul 22.00 WIB sampai 23.00 WIB, namun Kapolresta menegaskan, jika PPKM sudah diberlakukan, maka semua tempat usaha harus tutup pada pukul 21.00 atau dengan toleransi berkemas-kemas sampai pukul 22.00 WIB.

"Sampai pukul 22.00 sudah klir. Kami tidak mau lagi ada aktivitas atau kegiatan di jam 10 malam," ungkap Kapolresta.

Kombes. Pol. Leo Joko Triwibowo juga menerangkan, bahwa PPKM secara ketat ini merupakan semi Lockdown dan bukan Lockdown. Dimana, pada kebijakan ini lanjutnya satgas Covid-19 Kota Pontianak hanya membatasi aktivitas atau kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved